Demikian hasil Operasi Pasar Terbuka (OPT) Bank Indonesia selama pekan kedua atau sampai 11 Januari 2011 yang disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI Difi Ahmad Johansyah melalui surat elektroniknya di Jakarta, Rabu (19/1/2011).
"Dengan demikian, secara year to date DPK turun 1,56%, namun secara tahunan tumbuh 18,84%," kata Difi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Difi, DPK rupiah naik pada 3 kelompok bank yakni Swasta, KCBA dan Campuran. Kenaikan DPK tertinggi terjadi pada kelompok bank Swasta sebesar Rp 3,35 triliun sedangkan kelompok bank Persero dan BPD masing-masing turun sebesar Rp 10,21 triliun dan Rp 5,90 triliun.
Pada instrumen valas, sambung Difi, DPK naik pada kelompok bank Swasta sebesar Rp 960 miliar dan KCBA sebesar Rp 2,40 triliun.
"Semua komponen DPK mengalami penurunan masing-masing tabungan turun Rp 5,57 triliun, deposito sebesar Rp 2,25 triliun dan giro sebesar Rp 500 miliar. Dengan perkembangan tersebut, LDR naik tipis dari 74,71% menjadi 74,87%," katanya.
(dru/ang)











































