Kredit Bank Mandiri Tumbuh 23% Selama 2010

Kredit Bank Mandiri Tumbuh 23% Selama 2010

- detikFinance
Kamis, 20 Jan 2011 11:31 WIB
Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) berhasil membukukan pertumbuhan kredit di 2010 hingga 23%. Di tahun 2011, bank BUMN terbesar ini 'hanya' membidik pertumbuhan kredit di kisaran 20-22%.

Demikian disampaikan oleh Wakil Direktur Utama Riswinandi ketika ditemui di Kantor Menteri Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (20/1/2011).

"Memang saat ini masih dalam finalisasi untuk laporan buku tahun 2010. Growth kredit kita tumbuh baik dikisaran 21-23%. Di 2011 sendiri, kita targetkan kredit masih terus tumbuh di kisaran 20-22%," ujar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Riswinandi, setiap tahunnya pertumbuhan kredit Mandiri berada diatas 20%. Seiring dengan ekspansinya di 2011, Riswinandi mengatakan akan didukung melalui proses penawaran saham terbatas (rights issue).

"Saat ini rights issue dalam proses roadshow, kita harapkan dapat terserap semua hingga Rp 14 triliun. Proses roadshow telah dilaksanakan di Singapura, Hong Kong, Edinburgh, London dan saat ini masih berjalan di New York," ungkapnya.

Selain untuk ekspansi kredit, Riswinandi mengatakan Mandiri akan menggunakan dana rights issue tersebut untuk pertumbuhan non organik dengan melalukan akusisi perusahaan asuransi umum dan sebuah bank.

"Semua masih dalam proses kajian untuk akuisisi. Insya Allah bisa berjalan dengan lancar," terangnya.

Seperti diketahui BMRI akan menerbitkan 2.336.838.591 lembar saham baru harga penawaran di Rp 4.000-6.150 per lembar. Total dana yang akan diraup salah satu bank besar di Indonesia itu berkisar antara Rp 9,3 triliun hingga Rp 14,4 triliun.

Setiap pemegang 8.985 saham lama yang namanya tercatar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan tanggal 10 Februari 2011, berhak atas 1.000 HMETD. Dan setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru di harga Rp 4.000-6.150.

Untuk melancarkan aksi korporasinya, bank pelat merah itu akan melakukan roadshow ke beberapa negara, seperti Hong Kong, Amerika Serikat, Singapura, dan Inggris.

(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads