Demikian disampaikan oleh Wakil Direktur Utama Riswinandi ketika ditemui di Kantor Menteri Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (20/1/2011).
"Memang saat ini masih dalam finalisasi untuk laporan buku tahun 2010. Growth kredit kita tumbuh baik dikisaran 21-23%. Di 2011 sendiri, kita targetkan kredit masih terus tumbuh di kisaran 20-22%," ujar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini rights issue dalam proses roadshow, kita harapkan dapat terserap semua hingga Rp 14 triliun. Proses roadshow telah dilaksanakan di Singapura, Hong Kong, Edinburgh, London dan saat ini masih berjalan di New York," ungkapnya.
Selain untuk ekspansi kredit, Riswinandi mengatakan Mandiri akan menggunakan dana rights issue tersebut untuk pertumbuhan non organik dengan melalukan akusisi perusahaan asuransi umum dan sebuah bank.
"Semua masih dalam proses kajian untuk akuisisi. Insya Allah bisa berjalan dengan lancar," terangnya.
Seperti diketahui BMRI akan menerbitkan 2.336.838.591 lembar saham baru harga penawaran di Rp 4.000-6.150 per lembar. Total dana yang akan diraup salah satu bank besar di Indonesia itu berkisar antara Rp 9,3 triliun hingga Rp 14,4 triliun.
Setiap pemegang 8.985 saham lama yang namanya tercatar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan tanggal 10 Februari 2011, berhak atas 1.000 HMETD. Dan setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru di harga Rp 4.000-6.150.
Untuk melancarkan aksi korporasinya, bank pelat merah itu akan melakukan roadshow ke beberapa negara, seperti Hong Kong, Amerika Serikat, Singapura, dan Inggris.
(dru/qom)











































