Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto ketika dihubungi detikFinance di Jakarta, Kamis (20/1/2011).
"Seperti sudah diketahui nasabah polis Diamond Investa di bawah Rp 200 juta sudah terselesaikan. Bagi nasabah di atas Rp 200 juta yang tertunggak di 2010, bunga tertunggaknya selama 6 bulan akan dibayarkan minggu depan, sedangkan angsuran pokok tertunggaknya akan dibayar pada akhir Maret 2011," ujar Timoer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.
Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya di atas Rp 200 juta.
Bahkan nasabah mengancam akan melakukan unjuk rasa menuntut pengembalian dana pokok jika tidak ada kepastiannya. Nasabah merencanakan untuk menggelar orasinya di Istana Negara, Bundaran HI, dan DPR-RI.
"Nasabah akan adakan demo besar-besaran di Bundaran HI, Istana Negara dan DPR-RI. Seluruh nasabah di daerah juga akan berkumpul di Jakarta, hal ini dilakukan karena memang tidak ada pembayaran dari manajemen," ujar salah satu perwakilan nasabah Diamond Investa Bakrie Life, Yoseph di Jakarta, Senin kemarin.
(dru/dnl)











































