Kredit Bank Rp 556 Triliun Belum Cair

Kredit Bank Rp 556 Triliun Belum Cair

Herdaru Purnomo - detikFinance
Jumat, 21 Jan 2011 09:16 WIB
Kredit Bank Rp 556 Triliun Belum Cair
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan porsi kredit belum cair (undisbursed loan) mencapai Rp 556,8 triliun. Dalam laporan bulanan bank umum per November 2010, porsi undisbursed loan yang termasuk katagori uncommited mencapai Rp 368,2 triliun dan untuk commited mencapai Rp 188,5 triliun.

Demikian disampaikan oleh Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Wimboh Santoso ketika ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis malam (21/1/2011).

Β "Jadi dari total kredit yang disalurkan perbankan mencapai Rp 1.704 triliun per November 2010 porsi undisbursed loan mencapai Rp 556,8 triliun," ujar Wimboh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, porsi undisbursed loan tersebut terbagi menjadi dua komponen berdasarkan penerapan standar akuntansi keuangan (PSAK) 50-55. Komponen undisbursed loan terdiri dari commited dimana dalam perhitungannya sudah memasukkan porsi Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dan uncommited yang belum memasukkan ATMR.

"Uncommited itu sebesar Rp 368,2 triliun dan Commited itu Rp 188,6 triliun. Untuk membedakannya, undisbursed loan commited merupakan porsi kredit yang telah disiapkan bank dan dapat dicairkan sewaktu waktu dan sudah pasti cair, sedangkan uncommited ini merupaka kredit yang harus bisa dibilang belum pasti untuk dicairkan," terangnya.

Berdasarkan kajian stabilitas keuangan, bank sentral menyatakan dampak dari krisis ekonomi global masih ada dan mengakibatkan aktivitas dunia usaha sedikit terganggu. Akibatnya penyaluran kredit ke sektor produktif menurun serta permintaan kredit secara keseluruhan juga menurun. Hal ini yang menyebabkan porsi undisbursed loan masih tinggi.

Pada bagian lain Wimboh mengatakan, pertumbuhan kredit yang negatif sampai dengan pekan kedua Januari 2011 merupakan hal yang normal terjadi. Bahkan setiap pertahun kredit selalu tumbuh negatif di awal tahunnya.

"Ini sebenarnya suatu hal yang normal-normal saja. Nantinya realisasi akan dimulai pada akhir Februari 2011, dan diharapkan kedepan pertumbuhan akan sesuai target hingga 23% dengan porsi undisbursed loan yang semakin rendah," kata Wimboh.

Data terakhir menunjukkan kredit perbankan kembali menunjukkan penurunannya pada pekan kedua Januari 2011. BI mencatat kredit kembali turun sebesar Rp 2,56 triliun sehingga total kredit perbankan sampai pekan kedua Januari 2011 hanya sebesar Rp 1.722,32 triliun.

(dru/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads