BI Menyatakan 'Perang' Lawan Inflasi di 2011

BI Menyatakan 'Perang' Lawan Inflasi di 2011

- detikFinance
Jumat, 21 Jan 2011 21:23 WIB
Jakarta - Perekonomian Indonesia di 2011 masih akan dihantui oleh tekanan inflasi karena kenaikan harga pangan dan derasnya arus modal asing (capital inflow). Bank Indonesia (BI) menyatakan akan 'perang' melawan inflasi untuk mencapai target lewat solusi yang dinamakan 'possible trinity'.

Demikian diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam acara pertemuan tahunan perbankan (Banker's Dinner) di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (21/1/2011).

"Untuk mengarahkan inflasi menuju sasaran, kebijakan Bank Indonesia selama 2011 akan berbentuk bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama 2010," ujar Darmin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darmin menekankan dari sisi kebijakan suku bunga (BI Rate) akan diarahkan tetap konsisten terhadap pencapaian sasaran inflasi yang telah ditetapkan yaitu 5% plus minus 1% dan 4,5% plus minus 1% pada 2011 dan 2012.

"Kebijakan nilai tukar diarahkan untuk membantu pencapaian sasaran inflasi dengan tetap konsisten pada pencapaian sasaran makroekonomi. Solusi possible trinity akan berbentuk konfigurasi optimal dari stabilisasi nilai tukar, pengendalian arus modal, dan respon suku bunga," ungkap Darmin.

Dengan kata lain, Darmin menjelaskan bank sentral mempertimbangkan berbagai kompleksitas yang dihadapi. Bank sentral menyiasati kerangka impossible trinity melalui pemilihan ground solution bukan corner solution.

"Perumusan dan implementasi bauran kebijakan tersebut sangat penting mempertimbangkan keterkaitan stabilitas moneter dan stabilitas keuangan," jelasnya.

Secara mudahnya, 'Possible Trinity' di Indonesia ditunjukkan dari nilai tukar rupiah yang mengambang, di mana tidak dapat menjamin nilai tukar akan stabil dalam kondisi pasar keuangannya terintegrasi dalam perekonomian global.

Di sisi lain Indonesia tetap dapat menikmati aliran modal secara bebas sekaligus dapat mengendalikannya melalui penerapan kebijakan moneter yang independen misalnya melalui penetapan besaran tingkat bunga.
(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads