Demikian diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam acara pertemuan tahunan perbankan (Banker's Dinner) di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (21/1/2011).
"Untuk mengarahkan inflasi menuju sasaran, kebijakan Bank Indonesia selama 2011 akan berbentuk bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama 2010," ujar Darmin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebijakan nilai tukar diarahkan untuk membantu pencapaian sasaran inflasi dengan tetap konsisten pada pencapaian sasaran makroekonomi. Solusi possible trinity akan berbentuk konfigurasi optimal dari stabilisasi nilai tukar, pengendalian arus modal, dan respon suku bunga," ungkap Darmin.
Dengan kata lain, Darmin menjelaskan bank sentral mempertimbangkan berbagai kompleksitas yang dihadapi. Bank sentral menyiasati kerangka impossible trinity melalui pemilihan ground solution bukan corner solution.
"Perumusan dan implementasi bauran kebijakan tersebut sangat penting mempertimbangkan keterkaitan stabilitas moneter dan stabilitas keuangan," jelasnya.
Secara mudahnya, 'Possible Trinity' di Indonesia ditunjukkan dari nilai tukar rupiah yang mengambang, di mana tidak dapat menjamin nilai tukar akan stabil dalam kondisi pasar keuangannya terintegrasi dalam perekonomian global.
Di sisi lain Indonesia tetap dapat menikmati aliran modal secara bebas sekaligus dapat mengendalikannya melalui penerapan kebijakan moneter yang independen misalnya melalui penetapan besaran tingkat bunga.
(dru/dnl)











































