4 Siasat BI Dorong Bank Rajin Kasih Kredit

4 Siasat BI Dorong Bank Rajin Kasih Kredit

- detikFinance
Jumat, 21 Jan 2011 21:30 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) ingin bank makin rajin menyalurkan kredit di tahun ini. Ada 4 siasat yang akan dikeluarkan BI untuk mendorong bank rajin menyalurkan kreditnya. Apa saja siasat tersebut?

Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, di 2011 jika kondisi ekonomi terkendali dan normal, kredit bank bisa tumbuh 20-23%. Namun ketika potensi tekanan inflasi meningkat maka bank sentral pesimistis kredit hanya tumbuh 19%-21%.

"Pada 2011 kredit diperkirakan tumbuh pada kisaran 20-23%. Namun demikian dengan mempertimbangkan potensi risiko kenaikan harga komoditas dan potensi tekanan inflasi, serta peran pembiayaan non-bank yang semakin meningkat, beberapa hal tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan kredit di kisaran 19%-21%," jelas Darmin dalam acara pertemuan tahunan perbankan (Banker's Dinner) di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (21/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bank sentral mencermati di 2011 akan ada peralihan pembiayaan untuk ekonomi dari perbankan.

Perusahaan besar kini beralih ke instrumen pasar modal antara lain dengan menerbitkan obligasi daripada pinjaman ke bank. BI berpendapat adanya trauma dari perusahaan ketika tidak meminjam ke perbankan.

Darmin menjelaskan, dengan mempertimbangkan kondisi tersebut arah kebijakan perbankan di 2011 akan menitikberatkan kepada 4 hal. Keempat siasat tersebut adalah :
  • Kebijakan untuk meningkatkan intermediasi perbankan yang dilakukan untuk menjamin ketersediaan pasokan melalui pendalaman pasar, mendorong biaya pinjaman yang lebih efisien, melonggarkan bobot risiko untuk kredit ritel dan kredit modal kerja serta upaya mengurangi informasi yang bersifat asimetris dengan penyediaan data informasi kredit yang lebih akurat dan lengkap. Untuk mendorong keluasan jangkauan dan kedalaman intermediasi, dilakukan upaya-upaya besar melalui program perluasan akses kepada lembaga keuangan (financial inclusion) dan program BPD Regional Champion.
  • Kebijakan untuk meningkatkan ketahanan bank yang dimaksudkan untuk lebih mendukung pertumbuhan bank, daya saing, dan kemampuan menyerap risiko. Untuk mencapainya akan dilakukan penguatan melalui penyempurnaan aturan terkait fit and proper test peningkatan fungsi kepatuhan bank umum, aktiva tertimbang menurut risiko, dan manajemen risiko terkait kerjasama bisnis bancassurance.
  • Kebijakan untuk penguatan kelembagaan, daya saing dan ketahanan bank perkreditan rakyat dan bank syariah ditujukan untuk membangun kesetaraan playing field dengan bank konvensional.
  • kebijakan untuk meningkatkan efektifitas fungsi pengawasan bank ditujukan untuk meningkatkan fungsi detektif early warning system dan penerapan macroprudential supervision. Untuk mencapainya dilakukan penyempurnaan aturan-aturan terkait dengan sistem pengawasan bank berdasarkan risiko, penetapan status dan tindak lanjut pengawasan bank (exit policy), serta penilaian tingkat kesehatan bank berdasarkan risiko.
Β  (dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads