Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam pertemuan tahunan perbankan 2011 (Bankers Dinners) di Gedung Bank Indoneisa, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat malam (22/1/2011).
"Penanaman modal langsung (FDI) diperkirakan akan berperan lebih besar dalam komposisi arus modal masuk. Secara keseluruhan neraca pembayaran pada 2011 diprakirakan akan mengalami surplus US$ 16,4 miliar dengan cadangan devisa mencapai US$ 112,6 miliar di akhir 2011," papar Darmin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh Darmin memproyeksikan juga pertumbuhan ekonomi akan berada di 6,0%-6,5% di akhir 2011 dan meningkat menjadi 6,1%-6,6% pada 2012. "Investasi yang mulai meningkat sejak 2010 diperkirakan dapat berlanjut sehingga membuat struktur pertumbuhan ekonomi berimbang," tuturnya.
Darmin memaparkan selama 2010 kemarin, FDI ke Indonesia mencapai US$ 12,6 miliar hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2009 yang hanya sebesar US$ 4,9 miliar. "Sementara itu, di 2010 sendiri kita telah membukukan surplus US$ 30 miliar. Dan cadangan devisa yang mencapai US$ 96,2 miliar atau naik 45,5% dibanding 2009," tukasnya.
(dru/ang)











































