Fuad mengaku dirinya akan fokus menarik penerimaan negara dari sektor pajak dan memperbaiki aturan perpajakan guna menghindari kasus Gayus Tambunan kembali terulang.
"Saya nggak tahu (akan mengurusi soal OJK), itu Pak Menteri (Keuangan) yang ngatur. Sekarang kan Bu Nurhaida yang menjadi Plt (Ketua Bapepam-LK). Saya enggak karena harus fokus ke pajak, sistem peraturan harus diperbaiki," ujarnya ketika dihubungi detikFinance, Senin (24/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"RUU OJK kan sebetulnya hampir final dan tim yang mengendalikan itu subtansi sudah selesai bekerja, sekarang betul-betul di level kebijakan masih Fuad atau Nurhaida, (tapi) itu di staf ahli bidang (Nurhaida)," ujar Agus Marto saat ditemui di Lingkungan Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat lalu.
Β
Agus Marto hanya berharap di Ditjen Pajak, Fuad fokus di Ditjen Pajak untuk meneruskan reformasi dan transformasi kelembagaan.
Sejak OJK mulai diperdengungkan dari Kementerian Keuangan, Fuad telah ikut berkecimpung untuk membahas penyelesaian RUU-nya. Bahkan, pada beberapa bulan menjelang akhir tahun 2010, Fuad selaku Ketua Tim Perumus RUU OJK turut 'kejar-kejaran' menyelesaikan RUU tersebut sesuai dengan amanat dalam UU BI Pasal 34 yaitu tanggal 31 Desember 2010. Namun, adanya deadlock antara pihak Kementerian Keuangan dengan DPR RI mengenai Dewan Komisioner menyebabkan RUU OJK belum bisa dirampungkan.
Fuad Rahmany telah dilantik sebagai Dirjen Pajak baru menggantikan Tjiptardjo pada Jumat, 21 Januari lalu. Fuad sebelumnya adalah Ketua Bapepam-LK yang sudah menjabat sejak tahun 2006.
(nia/qom)











































