Proposal Merger BNI-Bank Permata Belum Sampai ke BI

Proposal Merger BNI-Bank Permata Belum Sampai ke BI

- detikFinance
Selasa, 04 Mei 2004 15:24 WIB
Jakarta - Deputi Gubernur Senior BI Anwar Nasution menegaskan pihaknya belum bisa memberikan gambaran mengenai merger BNI dan Bank Permata. Pasalnya sejauh ini BI belum menerima proposal kajian dari BNI. BI perlu melihat seberapa jauh hasil merger kedua bank dalam mempengaruhi kinerja BNI baik dari modal maupun sumberdaya."Kita baru bicara-bicara, masih akan menunggu rencana lebih lanjut. Kita ingin tahu apa yang ingin dicapai dari situ apakah bisa menjangkau usaha kecil dan memperbaiki SDM. Kita ingin ke arah itu, tidak sekedar laporan-laporan," kata Anwar Nasution di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (4/5/2004).Dari BI sendiri perlu mengetahui konsep yang diajukan BNI kepada pemegang sahamnya yakni pemerintah karena bank hasil merger belum tentu sebaik yang diharapkan. Semua pihak harus belajar dari Bank Mandiri yang merupakan bank hasil merger 4 bank BUMN."Justru itu semua harus belajar dari Bank Mandiri yang merupakan merger 4 bank, apa hasilnya. Apalagi yang sekarang ini bank kecil mau diambil bank besar. Belum tentu SDM-nya akan berubah. Makanya ini yang ingin kita lihat, sekarang kan masalahnya belum tuntas," katanya.BI, lanjut Anwar, bukannya meragukan rencana merger itu. Namun BI perlu mengetahui bagaimana caranya merwer itu dilakukan agar bank bisa menjadi lebih sehat tidak hanya dari segi modalnya tapi juga dari sisi lainnya."Jadi jangan dulu tarik kesimpulan," tegasnya. Sejauh ini Bank Indonesia belum mendapatkan proposal hasil kajian BNI padahal hal itu sangat penting untuk mengetahui rencana selanjutnya.Sesuai API (Arsitektur Perbankan Indonesia) merger bank nantinya harus menghasilkan bank-bank sehat tidak hanya dari sisi permodalan agar bank bisa bersaing dengan baik lain setidaknya di kawasan regional. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads