"Target kredit untuk 2011, Rp 4,5-5 triliun. Kita masuk SMI (Small Medium Interpreneurship). Kita memang sedang masuk di sektor mikro," jelas Direktur Utama MCOR, Herman Sujono, di Jakarta, Senin (24/1/2011).
Pemilihan kredit SMI bukan tanpa alasan dilakukan perseroan. Pasalnya sektor ini terbukti dapat berjalan, meski negara terhantam krisis ekonomi. "Ada krisis kita juga enggak apa. Sangat tangguh," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita cukup dipercaya oleh masyarakat sehingga dana masih cukup untuk pendanaan kredit. Masih bisa dari DPK. Tahun ini kita belum akan menerbitkan obligasi," papar Herman.
Usai pelaksanaan rights issue yang bernilai Rp 202,926 miliar, masih cukup untuk kebutuhan permodalan Bank Windu dalam 12 bulan ke depan. "Kalau ingin bank ini tumbuh, mereka (pemegang saham) enggak ambil dividen. Laba semua ditahan, terakumulasi di modal. Jadi kita enggak khawatir," tambahnya.
Target DPK perseroan pun mencapai Rp 5-5,5 triliun di tahun ini. Jumlah ini naik dari periode sebelumnya, Rp 3,5 triliun. MCOR masih mengandalkan instrumen deposito, dengan rasio 70% dari total DPK.
"Deposito masih lebih banyak, dari pada tabungan dan giro," tutur Herman.
(wep/ang)











































