Anggaran pengembangan dan pemeliharaan SDM ini naik 29,20% dibandingkan pada ATBI 2010 yang sebesar Rp 1,42 triliun.
Demikian diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pengelolaan gaji pegawai dan penghasilan lainnya yang menjadi pos pengeluaran terbesar, Darmin mengatakan anggaran pengembangan dan pemeliharaan SDM menjadi pos yang terbesar kedua.
Seperti diketahui, di 2011 ini BI mengajukan kenaikan gaji pegawainya sebesar 7% sesuai dengan besaran inflasi rata-rata sepanjang 3 tahun terakhir. Untuk pegawai berkinerja tinggi kenaikan gajinya lebih tinggi 2,5%, jadi mencapai 9,5%.
"Anggaran pengembangan dan pemeliharaan SDM tahun 2011 akan kami realisasikan sebesar Rp 1,84 triliun dengan rincian yang pertama pengembangan SDM sebesar Rp 185,25 miliar adalah untuk peningkatan kompetensi dan program kepemimpinan pegawai (leadership) secara terfokus dan terencana," papar Darmin.
Yang kedua, lanjut Darmin adalah pemeliharaan SDM sebesar Rp 1,657 miliar terutama untuk biaya imbalan kerja jangka panjang dan imbalan pasca kerja. Selain itu terdapat pos-pos anggaran seperti Anggaran Pengelolaan Logistik Anggaran Pelaksanaan Kegiatan Pendukung, Anggaran Pajak, dan Biaya Tak Terduga.
Berikut Pengeluaran Anggaran Operasional BI tahun 2010-2011 :
- Pengelolaan Gaji dan Penghasilan Lainnya = Rp 1,987 triliun (naik 2,46%)
- Pengembangan dan Pemeliharaan SDM = Rp 1,842 trliliun (nailk 29,20%.
- Pengelolaan Logistik = Rp 519,78 miliar (turun 3,95%)
- Penyelenggaraan Operasional Kegiatan Pendukung = Rp 270,96 miliar (naik 0,62%)
- Pajak = Rp 395,62 miliar (baik 6,22%)
(dru/dnl)











































