Bank Mandiri Kucurkan Rp 246 Miliar ke Anak Usaha Semen Tonasa

Bank Mandiri Kucurkan Rp 246 Miliar ke Anak Usaha Semen Tonasa

- detikFinance
Senin, 24 Jan 2011 15:48 WIB
Bank Mandiri Kucurkan Rp 246 Miliar ke Anak Usaha Semen Tonasa
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk memberikan fasilitas kredit kepada dua perusahaan terafliasi dengan PT Semen Tonasa, yaitu PT Pelayaran Tonasa Lines dan PT Prima Karya Manunggal, dengan nilai Rp 246 miliar. Kredit digunakan untuk mendorong pengembangan infrastuktur, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Penandatanganan fasilitas kredit ini dilakukan oleh Commercial Banking Center (CBC) Manager Makassar Bambang Sadnur Cahyo, dengan Direktur Utama PT  Pelayaran Tonasa Lines Wahab Candoko, serta Direktur Utama PT Prima Karya Manunggal, Andi Ilyas Manggabarani. Perjanjian juga disaksikan oleh Direktur Commercial and Business Banking Bank Mandiri, Sunarso serta Dirut Semen Tonasa, HM Sattar Taba.

Acara dilakukan di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (24/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kredit sebesar Rp 169 miliar diberikan kepada Pelayaran Tonasa dan digunakan untuk pembiayaan aset eksisting  dan pembelian kapal bulk carrier. Sisanya Rp 77 triliun untuk pembiayaan pengadaan mesin, peralatan, serta tambahan modal kerja Prima Karya Manunggal.

"Dukungan infrastruktur yang baik akan memangkas biaya produksi dan meningkatkan akses ke pasar. Ini menjadi salah satu daya tarik yang kuat bagi para investor mengingat potensi bisnis di kawasan Timur Indonesia masih sangat besar," jelas Sunarso.

Bank Mandiri sebagai salah satu Bank BUMN mencatat sebagai lead arranger untuk kredit sindikasi senilai Rp 3,55 triliun dan digunakan untuk pembangunan proyek pabrik semen Tonasa V.

Kapasitas pabrik 2,5 juta ton per tahun. Juga ada pembangunan pembangkit listrik Tonasa dengan kapasitas 2x35 MW di Sulsel.

Sepanjang 2010, BMRI telah menyalurkan kredit Rp 1,3 triliun khususnya di sektor industri semen. Realisasi ini sama dengan periode sebelumnya.

"Industri semen merupakan salah satu industri yang potensial untuk terus berkembang seiring dengan keinginan seluruh pihak untuk mengembangkan infrastruktur," ucap Sunarso.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads