Jamsostek Bayar Klaim Rp 7,27 triliun di 2010

Jamsostek Bayar Klaim Rp 7,27 triliun di 2010

Herdaru Purnomo - detikFinance
Senin, 24 Jan 2011 18:31 WIB
Jamsostek Bayar Klaim Rp 7,27 triliun di 2010
Jakarta - PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) membayar jaminan alias klaim selama 2010 sebesar Rp 7,27 triliun atau naik 3,1% dibandingkan periode sebelumnya tahun 2009 yang hanya sebesar Rp 7,05 triliun. Realisasi pembayaran jaminan tersebut terbagi atas jaminan kesehatan, jaminan hari tua, jaminan kematian dan jaminan pemeliharaan kesehatan dengan total jumlah kasus sebanyak 19,50 juta.

Demikian disampaikan Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR di Gedung DPR-RI, Senayan, Senin (24/1/2011).

"Data tersebut masih dalam un-audited. Jamsostek terus meningkatkan kinerjanya dengan sangat baik," tutur Hotbonar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari sisi jumlah penambahan kepesertaan, dibagi menjadi dua yakni kepesertaan perusahaan dan kepesertaan non perusahaan. Kepesertaan perusahaan  mencapai 24.294 peserta untuk 3 paket yakni jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua dan jaminan kematian. Untuk jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian saja sebanyak 482 peserta dan untuk jaminan pemeliharaan kesehatan saja mencapai 15.487 peserta.

"Itu rincian data di 8 kantor daerah seluruh Indonesia," tambahnya.

Lebih jauh Hotbonar memaparkan, total penambahan kepesertaaan tenaga kerja sampai dengan Desember 2010 mencapai 5,01 juta peserta. Namun Ia mengatakan, untuk peserta program jamsostek non aktif mencapai 7,4 juta dengan saldo Rp 4,9 triliun.

Sesuai dengan RUPS 2010 target perolehan dana sebesar Rp 88,4 triliun namun hasil yang direalisasikan mencapai Rp 98,16 triliun.

Dimana seluruhnya ditempatkan di instrumen seperti obligasi yang masih menjadi yang terbesar yakni mencapai Rp 39,76 triliun. Sedangkan penempatan di deposito sebesar Rp 31,29 triliun. "Sisanya di saham sebesar Rp 21,18 triliun, reksadana Rp 5,41 triliun, properti Rp 468 miliar dan penyertaan langsung Rp 37,83 miliar," paparnya.

Sehingga Hotbonar mengatakan Total penempatan dana diseluruh instrumen mencapai Rp 98,16 triliun.

Di 2010 sendiri total investasi yang dihasilkan dari penempatan tersebut mencapai Rp 11,1 triliun. "Melebihi target dari sesuai RKAP yang hanya sebesar 8,5 triliun," tambahnya.

(dru/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads