"Ya rapatnya ada bahas ATBI 2011, tetapi dilakukan di Hotel Aryaduta," ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR, Achsanul Qasasih kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (25/1/2011).
Menurut Achsanul, rapat tersebut dilakukan secara tertutup karena terdapat bahasan mengenai anggaran baik operasional maupun kebijakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belasan wartawan cetak dan elektronik yang telah hadir di DPR di Gedung DPR pun merasa kecewa akibat pemindahan jadwal tersebut.
Seperti diketahui, dalam usulan ATBI 2011, BI mengusulkan kenaikan gaji pegawai hingga 7% dan kenaikan tunjangan prestasi sebesar 2,5%. Masalah gaji Gubernur BI kini juga menjadi sorotan karena ternyata besarannya lebih tinggi dari gaji presiden.
Gaji Gubernur BI pada tahun 2006 sebesar Rp 265 juta, dan selalu naik menyesuaikan dengan inflasi. Gaji itu lebih tinggi dibandingkan gaji Presiden SBY yang 'hanya' Rp 62 juta per bulan dan sudah tidak naik dalam 7 tahun terakhir.
Selain gaji pokok, Gubernur BI juga masih mendapatkan tunjangan-tunjangan lain dan juga kartu kredit tanpa batas atau unlimited. DPR berpendapat gaji dan tunjangan Dewan Gubernur BI akan dikaji ulang apakah masih tepat diberikan atau tidak.
(dru/qom)











































