Pernyataan ini berbeda dengan BI yang menyatakan presiden telah menyetujui rencana pemotongan angka nol di rupiah tersebut.
"Rencana redenominasi, belum. Presiden seingat saya tidak mengatakan sudah setuju tapi jangan menutup diri terhadap apapun sebuah pemikiran. Tetapi pemikiran-pemikiran itu harus didiskusikan harus dibicarakan bukan berarti sudah menyetujui. Itu yang disampaikan Presiden kepada saya," ujar Hatta saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (25/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Hatta menilai rencana redenominasi belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. "Percepatan belum sampai ke situlah," tandasnya.
Seperti diketahui, BI sempat mengungkapkan rencana redenominasi pada tahun lalu. Pihak BI mengaku sedang menggodok redenominasi atau penyederhanaan rupiah tanpa mengurangi nilainya. Misalnya adalah uang Rp 1.000.000 nantinya menjadi Rp 1.000 namun nilainya tidak berkurang.
Redenominasi ini berbeda dengan sanering yang merupakan perubahan nominal namun ada perubahan nilainya.
BI memperkirakan proses redenominasi akan membutuhkan waktu sekitar 10 tahun. Tahapan pertama yang dilakukan bank sentral yakni sosialisasi yang dimulai dari tahun 2011 dan tuntas pada di 2022.
(nia/dnl)











































