Demikian disampaikan Direktur Bisnis BCA Syariah, John Kosasih saat berbincang dengan detikFinance, di kantornya, Menara BCA, Selasa (25/1/2011).
Sepanjang tahun lalu, penyaluran pembiayaan perseroan mencapai Rp 434 miliar, atau meningkat 28,1% dibandingkan periode 2009 Rp 358 miliar. Industri manufaktur mengambil porsi terbesar dengan nilai pembiayaan mencapai Rp 114 miliar. Disusul kemudian dengan segmen KPR, Rp 72 miliar, otomotif, retail, agrikultur dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, mulai di triwulan II-2011 segmen usaha mikro. Perseroan tengah mempersiapkan strategi sebelum memulai pembiayaan sektor tersebut.
Dalam tempo 2-3 tahun mendatang, diperkirakan porsi pembiayaan sektor mikro BCA Syariah bisa mencapai maksimum 30%. "Saat ini kami lebih ke SME dan komersial. Memang BCA Syariah mengisi yang tidak diisi (BCA). Untuk segmen mikro akan dilakukan secara bertahap. Kalau korporasi besar, kita maksimal masih Rp 50-60 miliar, belum Rp 100 miliar. Kita ingin menjaga kualitas pembiayaan juga," paparnya.
Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan sepanjang tahun 2010 pun tercatat Rp 556,8 miliar. Porsi penggalangan dana deposito masih yang terbesar, Rp 417,9 miliar, kemudian disusul Giro dan Tabungan masing-masing Rp 82,6 miliar dan Rp 56,3 miliar.
(wep/ang)











































