Indover Kembali Tunda Bayar Utang

Indover Kembali Tunda Bayar Utang

- detikFinance
Selasa, 25 Jan 2011 17:53 WIB
Jakarta - Pengadilan wilayah Amsterdam, Belanda melalui kuratornya terpaksa menunda kembali sisa pelunasan kewajiban Bank Indover setelah anak usaha Bank Indonesia (BI) ini dilikuidasi pada 1 Desember 2008. Setelah terkendala libur tahun baru 2010 kemarin, pengadilan masih harus melakukan verifikasi utang kembali.

Demikian diungkapkan oleh Deputi Gubernur BI Ardhayadi Mitroadmojo ketika ditemui di sela Rapat Panja dengan DPR di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta (25/1/2011).

"Jadi kan kemarin pelunasan terakhir di Februari dan Maret 2010 tetapi ternyata masih ada yang merasa mempunyai tagihan," ujar Ardhayadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, Ardhayadi mengatakan pengadilan harus melakukan verifikasi kembali terhadap kreditur tersebut.

Setelah proses verifikasi tersebut selesai, Ardhayadi mengungkapkan proses pembayaran kembali baru bisa dilakukan. "Jadi ya harus mundur lagi sampai verifikasi selesai," ungkapnya.

Sebelumnya, Ardhayadi mengatakan pelunasan pembayaran terpaksa mundur, karena masalah Natal dan liburan tahun baru di Desember 2010 lalu. Rencananya, sisa pelunasan akan dilaksanakan di awal 2011.

"Tahun depan baru dilaksanakan pembagian ke kreditur sisanya itu sekitar 70%. Rencananya di Januari 2011," katanya.

Indover atau NV De Indonesische Overzeese Bank merupakan anak usaha BI dan salah satu cikal bakal bank di Tanah Air yang berkedudukan di Amsterdam. Sebelumnya, Bank Indover merupakan cabang dari De Javasche Bank yang didirikan pada 1891.

Saat krisis finansial global memuncak pada Oktober 2008, bank itu mengalami permasalahan likuiditas dan sempat gagal bayar.

Akibatnya, pengadilan Belanda  melikuidasi Indover pada 1 Desember setelah tenggat 31 Oktober 2008 bank itu tidak diselamatkan BI. Padahal, beberapa bank nasional menempatkan dana di Indover, di antaranya:

  • BRI sebesar US$ 60 juta
  • Bank Mandiri US$ 31 juta
  • BNI US$ 27 juta
  • Bank Lippo US$ 5 juta (kini merger menjadi Bank CIMB Niaga)
  • Bank Ekonomi Raharja 19.239 euro.
 

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads