BI Indikasikan Kredit Bermasalah Perbankan Meningkat

BI Indikasikan Kredit Bermasalah Perbankan Meningkat

- detikFinance
Rabu, 05 Mei 2004 13:32 WIB
Jakarta - Deputi Gubernur BI Maman Sumantri mengungkapkan bahwa Bank Indonesia mengindikasikan adanya peningkatan kredit bermasalah (NPL) dari industri perbankan nasional saat ini seiring dengan selesainya masa tenggang kredit yang dibeli bank dari BPPN yang selama setahun dikategorikan lancar."Saat ini ada indikasi NPL akan semakin meningkat. Salah satunya karena kredit yang berasal dari BPPN yang habis selama setahun dikategorikan lancar, sedangkan kredit saat ini masih seperti adanya. Beberapa kredit ada yang belum direstrukturisasi dengan baik sehingga kategorinya menjadi turun," kata Maman Sumantri dalam Raker Gabungan antara Gubernur BI dan Menkeu dengan Komisi IX DPR RI di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/5/2004).Dengan penurunan kualitas kredit tersebut, kata Maman, maka bank pun harus menyediakan provisi yang cukup besar. Hal ini tidak terlepas dari upaya bank untuk menekan NPL Nett sehingga jumlah provisi ikut diperhitungkan. Sebab sesuai ketentuan BI, NPL Nett bank harus di bawah 5 persen. Sementara saat ini masih ada bank yang perlu menambah provisi.Dijelaskan Maman hingga bulan Maret 2004 jumlah NPL Gross perbankan nasional mencapai 7,8 persen. Angka ini memang lebih rendah dibandingkan NPL Gross pada Februari yang tercatat 8,2 persen. Namun demikian, pada April ada indikasi peningkatan NPL yang disebabkan kredit dari BPPN tersebut.BI sendiri hingga saat ini masih terus memperhitungkan berapa peningkatan NPL tersebut termasuk nilai nominalnya. "Beberapa bank masih kita kumpulkan datanya. Belum selesai kan ada tenggang waktunya," ujar Maman.Bagi BI, lanjutnya, terus menekankan kepada bank bersangkutan untuk melakukan restrukturisasi aset kredit tersebut agar kualitas aset kredit tersebut bisa tetap lancar seperti saat dibeli dari BPPN. Jika restrukturisasi gagal menurutnya BI akan terus melakukan pemantauan terhadap bank dan kalaupun tetap sulit dilakukan maka BI akan meminta bank meningkatkan provisinya."Kita akan lihat dari waktu ke waktu apa ada peningkatan. Kan kalau NPL menurun kan kualitas meningkat. Yang penting kita berharap ada peningkatan dari kolektabilitasnya," kata Maman Sumantri.BI akan meminta bank mengupayakan agar kredit yang masuk kategori 3,4 dan 5 bisa ditingkatkan dan ditegaskan Maman bahwa pengawasan juga akan terus ditingkatkan. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads