Laba Indonesia Eximbank Melonjak 168%

Laba Indonesia Eximbank Melonjak 168%

- detikFinance
Jumat, 28 Jan 2011 14:45 WIB
Jakarta - Indonesia Eximbank berhasil mencetak laba bersih setelah pajak sebesar Rp 341,86 miliar pada tahun 2010. Angka itu berarti melonjak hingga 168% dibandingkan laba bersih Indonesia Eximbank tahun 2009 yang sebesar Rp 127,50 miliar.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, IMG ErataΒ  saat penandatanganan kesepahaman bersama antara Indonesia Eximbank dan BPS tentang penyediaan Data dan Informasi Statistik Perdagangan Internasional di Jakarta, Jumat (28/1/2011). Data tersebut non-audited dan non PSAK 50-55.

Untuk total aset per 31 Desember 2010, total aset Indonesia Eximbank mencapai Rp 20,95 Triliun atau tumbuh 61,52% dari angka sebelumnya Rp 12,97 Triliun. Sementara pembiayaan selama tahun tahun 2010 mencapai Rp 15,74 T, meningkat 69,61 % dari tahun 2009 sebesar Rp 9,28 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan penggunaannya, portfolio pembiayaan didominasi oleh Kredit Modal Kerja Ekspor (KMKE) sebesar Rp 11,13 Triliun (70,75%) dan Kredit Investasi (KI) sebesar Rp 4,60 Triliun (29,25%). Sedangkan komposisi portofolio penggunaan pembiayaan berdasarkan segmentasi terdiri dari segmen Korporat Rp 15,10 Triliun (95,95%) dan segmen UKM sebesar Rp 636,75 Miliar (4,05%).

Sektor utama yang dibiayai oleh Indonesia Eximbank antara lain Perindustrian (51,02%), pertambangan (10,94%) pertanian (10,54%), pengangkutan dan pergudangan (9,80%), dan jasa-jasa lain (8,94%). Dari sektor industri terbesar yang dibiayai meliputi industri kelapa sawit (15,47%), industri maritim (13,35%), industri tekstil (7,33%), jasa dunia usaha lainnya (6,30%), industri karet (6,03%), pertambangan minyak dan gas bumi (5,73%), pertambangan batu bara (4,05%), perkebunan kopi (3,43%), industri perabot (3,42%), industri makanan (3,32%), industri otomotoif (3,02%), jasa dunia usaha leasing (2,65%), industri pulp (2,17%).

Berdasarkan wilayah/lokasi proyek yang dibiayai,pembiayaan ya ng diberikan oleh Indonesia Eximbank terkponsentrasi pada beberapa propinsi, DKI jkt (17,85%), Jatim (14,94%), Riau (14,39%), Jawa Barat (9,27%), kaltim (9,08%), Lampung (8,51%), Sumut (7,80%), jateng (6,16%), Banten (2,27%), sumsel (1,90%).

Seiring dengan naiknya portfolio pembiayaan, secara umum rasio keuangan indonesia eximbank tahun 2010 menunjukan pernaikan dibanding tahun 2009. Khusus rasio permodalan yaitu rasio kecukupan modal (CAR) mempertimbangkan risiko kredit turun dari 43,40% menjadi 40,49%. Untuk rasio kualitas aset, terjadi penurunan Non Performing Loan (NPL) Neto (5,77% menjadi 3,22 %). Rasio Return on Asset 9ROA) naik dari 1,62% di 2009 menjadi 3,20 % di 2010. Return on Equity (ROE) naik daroi 2, 93% menjadi 7,41%. Untuk Nett Interest Margin (NIM) turun dari 5,05% menjadi 3,79%.

(nin/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads