BI Minta Bank Persyarikatan Cari Investor Baru
Jumat, 07 Mei 2004 14:08 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memberikan waktu beberapa hari kepada pemegang saham Bank Persyarikatan Indonesia (BPI) untuk mencari investor baru guna menambah modal bank tersebut. Jika dalam waktu dekat tidak mampu memenuhi permintaan BI tersebut, maka bank bersangkutan dipastikan akan masuk Unit Pengawasan Khusus BI."Kita tunggu realisasi. Kita kasih waktu dalam beberapa hari ini kepada mereka untuk mencari investor baru untuk tambah modal. Kalau tidak ada kita lihat lagi," kata Deputi Gubernur Senior BI, Anwar Nasution, saat dicegat usai salat Jumat di kompleks BI, Jakarta Pusat, Jumat (7/5/2004).Menurut Anwar, jika tidak mampu memperoleh investor baru, BI akan memasukkan BPI dalam Unit Pengawasan Khusus selama 6 bulan. Jika dalam kurun waktu tersebut BPI juga tidak dapat menambah modalnya, maka dipastikan akan bernasib sama dengan Bank Dagang Bali dan Bank Asiatic yang belum lama ini dilikuidasi BI. Anwar menambahkan, BI pun meminta manajemen BPI untuk segera memenuhi ketentuan BI mengingat Muhammadiyah selama ini dinilai cukup berhasil mengelola sejumlah rumah sakit maupun universitas.Seperti diketahui, dalam waktu dua setengah tahun terakhir aset BPI tidak beranjak dari angka Rp 400 miliar. Sementara modal bank diduga tergerus oleh pelanggaran Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). Saat ini, Komisaris Utama BPI dipegang oleh tokoh Muhammadiyah Dawam Rahardjo.
(ani/)











































