Naiknya Suku Bunga Penjaminan Tak Berhubungan dengan The Fed

Naiknya Suku Bunga Penjaminan Tak Berhubungan dengan The Fed

- detikFinance
Jumat, 07 Mei 2004 15:14 WIB
Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Anwar Nasution menegaskan dinaikkannya suku bunga penjaminan menjadi 7,25 persen untuk simpanan rupiah dan 0,73 persen dalam dolar AS selama Mei 2004 bukan diakibatkan adanya rencana kenaikan suku bunga The Fed.Kenaikan suku bunga penjaminan semata-mata perhitungan yang berbeda dari sebelumnya.Hal ini diungkapkan Anwar Nasution usai sholat jumat di Masjid Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (7/5/2004).Menurut Anwar jika sebelumnya perhitungan suku bunga penjaminan didasarkan pada rata-rata suku bunga deposito bank besar ditambah margin 1 persen saat ini didasarkan pada suku bunga SBI per 3 bulan ditambah margin 1 persen."Jadi tidak ada kaitan antara kenaikan suku bunga penjaminan dengan rencana di luar negeri yang akan menaikkan suku bunga. Apa sih suku bunga penjaminan itu, itu kan kalau nanti ada bank yang ditutup bunga maksimal yang dibayar oleh Depkeu atau asuransi deposito ya segitu. Jadi tidak ada kaitan dengan bunga deposito. Jika ada bank menaikkan suku bunga deposito, itu keputusan bank sendiri tidak ada paksaan dari BI," ujarnya.Kenaikan suku bunga penjaminan ini merupakan kebijakan Bank Indonesia karena suku bunga penjaminan juga termasuk dalam instrumen kebijakan moneter.Sebelumnya Anwar Nasution juga menegaskan kenaikan suku bunga penjaminan itu tidak ada kaitannya dengan suku bunga deposito atau suku bunga kredit yang ditetapkan oleh bank. BI tidak memaksakan keinginannya kepada bank untuk menetapkan suku bunga pinjamannya.Menurut Anwar kenaikan suku bunga penjaminan merupakan salah satu langkah yang dilakukan BI sebagai upaya menyehatkan industri perbankan nasional. Pasalnya sejauh ini ekspansi kredit yang dilakukan perbankan nasional masih jauh di bawah harapan yakni LDR (loan to deposit ratio) masih dikisaran 44 persen. Padahal sebelum krisis LDR mendekati 100 persen. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads