Di tahun tersebut, kredit BTN tumbuh 30% dan di 2011 ini BTN menargetkan pertumbuhan kredit 27-30%.
"Kredit kita tumbuh antara 29%-30% di 2010, nah kita targetkan di 2011 sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) bisa tumbuh hingga 30% lagi," ujar Direktur Keuangan BTN Saut Pardede ketika ditemui di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mendukung ekspansi ke depan, Saut mengatakan BTN telah menyiapkan dua skema pendanaan. Antara lain penerbitan obligasi sebesar Rp 2 triliun yang akan dilakukan pada semester I-2011 dan sekuritisasi aset melalui penerbitan Kontrak Investasi Kolektif (KIK) Efek Beragun Aset (EBA) sebesar Rp 1 triliun.
"Untuk obligasi di semester I-2011 nantinya sebesar Rp 2 triliun dan untuk KIK EBA sampai Rp 1 triliun setelah obligasi nantinya," jelas Saut.
BTN juga akan mengubah skema pendanaan alias funding Dana Pihak Ketiga (DPK). Di 2010 Saut mengatakan posisi dana mahal (deposito) dan dana murah (tabungan) yakni 60-40%. "Ke depan kita akan membuat komposisi DPK menjadi 55-45% untuk dana mahal dan dana murahnya," tuturnya.
Direktur Utama BTN Iqbal Latanro menambahkan untuk mendukung pertumbuhan DPK, pihaknya akan menambah jumlah kantor cabang hingga 208 di 2011.
"Selain itu kita akan launching produk tabungan baru ke depan untuk meningkatkan DPK. Kan kemarin kita telah meluncurkan Tabungan Yunior, Champion, dan Tabungan Haji," tukasnya.
(dru/dnl)











































