Dolar Makin Perkasa, Rupiah Tembus Level 8.800/US$

Dolar Makin Perkasa, Rupiah Tembus Level 8.800/US$

- detikFinance
Senin, 10 Mei 2004 11:48 WIB
Jakarta - Pelemahan rupiah terhadap dolar AS terus berlanjut. Hingga pukul 11.30 WIB, Senin (10/5/2004), rupiah makin terseok di level Rp 8.808 setelah pagi tadi dibuka di posisi Rp 8.775 per dolar AS.Menurut Hindria Listyadi, analis dari bagian Riset Treasury BNI, sebenarnya tren pelemahan rupiah itu sudah diperkirakan sebelumnya. Namun di luar perkiraan, ternyata rupiah terjun bebas mengikuti mata uang regional lainnya seperti yen Jepang."Pekan lalu, yen masih berada di level 108-109, hingga kini sudah melorot di level 112,64 per dolar AS," ungkapnya kepada detikcom, Senin (10/5/2004), pukul 11.30 WIB.Dijelaskan Hindria, melemahnya rupiah hari ini masih dipicu oleh sentimen global menguatnya dolar AS pasca keluarnya data tenaga kerja negeri Paman Sam, dimana tingkat pengangguran negara itu menurun signifikan."Penambahan angka tenaga kerja Amerika memang cukup signifikan. Ini membuat pasar berharap suku bunga AS bisa naik lebih cepat dari sebelumnya Agustus menjadi Juni. Inilah yang membuat dolar AS menguat cukup kencang," terangnya.Selain faktor sentimen global, menurut Hindria, lesunya rupiah juga dipicu oleh anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dimana hingga pukul 11.30 WIB sudah turun 28,632 poin. Disebutkan, melemahnya indeks akibat investor asing melakukan aksi jual besar-besaran."Saya lihat umumnya pemain asing yang melakukan aksi jual besar-besaran. Mereka mengubah portofolionya dengan menjual saham dan memborong dolar. Ini juga yang membuat dolar terus menguat. Kalau investor lokal saya lihat cuma mengikuti tren saja," lanjut dia. Bank Indonesia, tambah Hindria, sejak pagi juga sudah sering masuk ke pasar uang. Namun akibat sentimen menguatnya dolar begitu kuat, membuat BI cukup kewalahan. "Tadi di level 8890-an BI masuk, tapi karena sentimen global menguat mereka sepertinya akan mencari waktu dimana sentimen tidak lagi terlalu kuat. Makanya BI kemungkinan hanya akan melakukan intervensi verbal," imbuhnya.Untuk hari ini, Hindria memprediksi, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 8.780-8.820 per dolar AS. Menurutnya, kemungkinan untuk kembali ke level 8.700-an masih terbuka sepanjang pekan ini namun diperkirakan tidak akan mencapai di bawah Rp 8.750 per dolar AS. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads