Harapan ini disampaikan Agus, dalam pembukaan masa penawaran sukuk negara ritel seri SR003, di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (7/2/2011).
"Penerbitan fokus domestik. Secara umum kita ada kebutuhan pendanaan dalam bentuk utang. Penerbitan sukuk ritel merupakan bagian tak terpisahkan usaha pemerintah diversifikasi pembiayaan dalam rangka pembiayaan APBN," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ada target internal, indikatif. Mudah-mudahan terlampaui. Tapi tidak bisa disebutkan," paparnya.Masyarakat bisa memesan sukri SR003 ini melalui 20 agen penjual yang telah ditunjuk sebelumnya.
Menurut Agus, perkembangan sukuk ritel sangat menggembirakan di mana terdapat permintaan besar khususnya investor domestik yang datang dari beragam profesi.
"Sukuk ritel telah menjadi salah satu instrumen investasi. Ini berkontribusi mendukung perluasan basis investor di kalangan domestik dalam menjaga stabilitas dan pendalaman pasar keuangan," tuturnya.
Peran investor domestik penting, dalam rangka peningkatan rating utang pemerintah dari Ba2 ke Ba1.
"Ini juga bisa menambah alternatif investasi. Dari sisi pemerintah ada misi pengembangan keikutsertaan investor ritel. Dari dua sebelumnya selalu sukses," kata Direktur IBPA, Ignatius Girendroheru.
Sukri SR003 akan mulai ditawarkan ke masyarakat mulai 7-18 Februari 2011. Selanjutkan akan lakukan penjatahan, kemudian dari order yang masuk, lalu lakukan bookbuilding.
Minimal pembelian yang bisa dilakukan adalah Rp 5 juta. Instrumen ini akan terbit pada 23 Februari 2011.
(wep/dnl)











































