Ketua Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Winny Erwindia mengungkapkan kenaikan BI Rate di level 6,75% tidak berpengaruh terhadap suku bunga.
"BI Rate untuk BPD mungkin tidak terlalu berpengaruh karena selama ini juga tingkat suku bunga kita masih bertahan. Bahkan Beberapa BPD juga menyatakan belum ambil langkah menaikkan bunga deposito maupun kredit," ujar Winny ketika ditemui di sela peresmian Herritage BI di Gedung Herritage BI/Learning Centre, Tugu Tani, Jakarta, Senin (7/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tingkat suku bunga belum diutik-utik. Kita tetap ke efisiensi, karena selama ini marjin bunga bersih (NIM) dari BPD cukup tinggi. Jadi kalau itu diturunkan sedikit masih bisalah. NIM kita rata-rata 6%, itu cukup. NIM 6% itu ditekan bergantung masing-masing BPD, tapi yang jelas trennya mau dilangsingkan," papar Winny.
Selama 2010 menurut catatan Asbanda, BPD paling tidak telah mengucurkan kredit sebesar Rp 170 triliun, tumbuh sekitar 20% dibanding tahun sebelumnya. Di 2011 Winny optimistis BPD dapat menyalurkan kredit hingga 20% seperti di 2010
"Tahun ini sekitar 20% juga. Karena saya bilang tadi BI rate tidak ada pengaruhnya, jadi kurang lebih seperti yang direncanakan saja. Tapi ini kan Rencana Bisnis Bank semuanya sudah disampaikan, ketentuannya begitu tapi masih ada penyesuaian-penyesuaian terkait dengan BPD Regional Champion," kata Winny.
(dru/dnl)











































