BI: Melemahnya Rupiah Karena Membaiknya Perekonomian AS
Senin, 10 Mei 2004 14:38 WIB
Jakarta -
Bank Indonesia (BI) menilai melemahnya nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp 8.800 per dolar AS dipicu oleh membaiknya indikator ekonomi AS hingga dolar terdongkrak sangat signifikan. Dengan demikian, saat ini rupiah sudah melewati batas psikologis yang ditetapkan BI sebelumnya yakni Rp 8.200-8.700 per dolar AS."Awalnya angka itu kita tetapkan berdasarkan kondisi eksternal maupun internal saat itu. Jadi bukan berarti tidak mungkin berubah," kata Deputi Gubernur BI Aslim Tadjuddin sebelum rapat dengan Panitia Anggaran DPR, Senin (10/5/2004). Disebutkan Aslim, melemahnya rupiah sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan karena hampir seluruh mata uang regional juga melemah dibanding dolar AS. Hal itu disebabkan membaiknya indikator ekonomi AS sehingga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), diindikasikan akan menaikkan suku bunganya."Kita lihat pada Maret ada tambahan kesempatan kerja sekitar 330.000 orang, April sekitar 228.000 orang, itu mengindikasikan ke pelaku pasar bahwa The Fed akan menaikkan suku bunganya," ungkap Aslim.Dengan indikasi tersebut, lanjut dia, maka terjadi perpindahan dari mata uang asing ke dolar AS. Menurut Asli, BI akan berusaha mengamankan rupiah agar tidak berfluktuasi terlalu jauh. Sayangnya, ia tidak mau menyebutkan secara pasti apakah BI sudah masuk pasar atau belum.Menyangkut faktor dalam negeri, diakui Aslim, setiap ada agenda pemilu selalu berdampak, walaupun diharapkan dampaknya tetap positif bagi perekonomian.
(ani/)










































