Aset Kredit Kiani Selesai, NPL Bank Mandiri Turun 2,2%
Senin, 10 Mei 2004 16:02 WIB
Jakarta - Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri ECW Neloe mengungkapkan, jika masalah aset kredit PT Kiani Kertas sebesar Rp 1,7 triliun selesai maka rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) Bank Mandiri akan turun 2,2 persen dari posisi saat ini yang sekitar 8,8 persen."Kalau masalah Kiani selesai, NPL kita bisa turun sekitar 2,2 persen," kata Neloe usai rapat tertutup dengan Sub Komisi Perbankan Komisi IX DPR RI, Senin (10/5/23004).Neloe menjelaskan, saat ini sudah ada dua investor yang serius untuk mengambilalih aset kredit Kiani. Investor tersebut tetap diminta untuk menyediakan modal kerja sekitar US$ 50 juta, dimana sebesar US$ 30 juta akan digunakan untuk modal kerja dan sisanya US$ 20 juta untuk capital expenditure.Sementara itu, Ketua Sub Komisi Perbankan DPR Anthony Z. Abidin juga meminta Bank Mandiri untuk segera menyelesaikan restrukturisasi 20 debitur yang menyebabkan NPL bank terbesar itu masih tinggi, dimana nilainya mencapai Rp 20 triliun.Adapun debitur-debitur dimaksud, selain Kiani, terdapat pula debitur terkait dengan Lativi dan Pasaraya yang dimiliki Abdul Latif yang nilainya mencapai Rp 700 miliar.Menyangkut penghapusbukuan (write-off) utang, Neloe menyatakan, dalam RUPS beberapa waktu lalu manajemen sudah menyampaikan kepada pemegang saham dimana manajemen kemudian diberikan wewenang untu melakukan write-off sebesar Rp 2 triliun. "Namun sejauh ini realisasinya masih menunggu keputusan komisaris," jelasnya.
(ani/)











































