BRI Kecewa Bukopin Tak Mau 'Dipinang'

BRI Kecewa Bukopin Tak Mau 'Dipinang'

- detikFinance
Selasa, 08 Feb 2011 07:18 WIB
BRI Kecewa Bukopin Tak Mau Dipinang
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sangat menginginkan bisa mengakuisisi 51% saham PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin). Sayang niat itu sulit terwujud karena Bukopin ternyata menolak 'dipinang' dan memilih jalan menawarkan saham baru kepada pihak lain via rights issue.

Direktur Utama BRI Sofyan Basir mengungkapkan rencana akusisi Bukopin semata-mata dilakukan agar bank tersebut tidak jatuh kepada pihak asing.

"Niatnya kita mau mengakusisi 51% saham dan menjadi pengendali, ini akan sangat positif bagi BRI. Kami maunya itu supaya tidak terbeli oleh asing itu saja niat kami," ujar Sofyan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR-RI di Gedung DPR-RI, Senayan, Senin malam (7/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tetapi Sofyan menyayangkan keputusan Bukopin yang ternyata menggelar rights issue, padahal BRI sudah mengantongi izin untuk mengakuisisi Bukopin.

"Izin akusisi (oleh Kementerian BUMN) sudah kami dapatkan, Pada hari ini kami mengetahui mereka (Bukopin) tidak ingin diakusisi oleh bank BUMN mereka hari ini memilih untuk rights issue," jelas Sofyan.

Dengan dilakukan rights issue, Sofyan memaparkan siapapun bisa beli bank tersebut. Oleh sebab itu, sambungnya BRI menyatakan untuk tidak masuk lagi melalui proses rights issue tersebut.

"Tidak masuk di rights issue karena kami memang menginginkan mayoritas, tujuan kami mengembangkan koperasi dan pertanian di kantong Bukopin karena begitu kami beli kami akan tambah ekuitinya dan berkembang lah mereka sehingga bisa mempergunakan kantor kami juga yang sebanyak 7.000 dengan office cahnneling dan bank syariah kita yang sudah ada," papar Sofyan.

(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads