BRI Klaim Suku Bunganya Paling Rendah

BRI Klaim Suku Bunganya Paling Rendah

- detikFinance
Selasa, 08 Feb 2011 07:57 WIB
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengklaim suku bunga kredit yang ditawarkan merupakan yang termurah dibandingkan bank-bank lain. Tidak hanya kredit mikro, BRI menyatakan untuk kredit korporasi juga yang termurah.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama BRI Sofyan Basir dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR-RI di Gedung DPR-RI, Senayan, Senin malam (7/2/2011).

"Kredit mikro BRI saat ini diposisi 22%, kalau bicara bank lain itu sangat tinggi diposisi 36%-42% seperti yang di bank Danamon Simpan Pinjam dan Koperasi Simpan Pinjam juga demikian," ujar Sofyan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk kredit korporasi, Sofyan mengatakan posisi suku bunga yang ditawarkan BRI mulai dari 8,75%. "Tingkat bunga tersebut merupakan kredit termurah yang bisa diberikan oleh BUMN. Termurah dibandingkan dengan bank-bank lain apalagi BUMN," tambah Sofyan.

Dikatakan Sofyan, pihaknya optimistis dapat bersaing dengan bank-bank swasta lain bahkan dengan bank asing untuk mengucurkan kredit dengan menawarkan suku bunga yang murah. Bahkan Sofyan optimistis dalam 3 tahun kedepan BRI dapat menjadi bank 'National Payment System' yang mengumpulkan dana dalam jumlah besar berikut memberikan kredit dalam jumlah besar pula.

"Kami yakin bank BUMN kita pasti harus lebih maju dari bank asing manapun maupun bank swasta. potensi nya ada, orangnya cukup teknologi bisa dibangun berikut infrastruktur kami sedang menggarap itu. Kami ingin dalam 3 sampai 4 tahun kedepan BRI jadi nasional payment yang terbesar di Republik ini, kami akan kuasai itu cita-cita kami," papar Sofyan.

Lebih jauh Sofyan menyampaikan dalam periode 2011-2013 BRI dapat konsisten menyalurkan kredit hingga 25%. Sama halnya dengan jumlah simpanan dimana pada periode tersebut dapat menumbuhkan simpanan paling banyak 15%.

"Selama periode 2011 hingga 2013 kami yakin kredit tumbuh 20%-25%, simpanan dapat tumbuh 10% sampai 15%, laba mencapai 15% sampai 20% dan pembukaan unit kerja baru hingga 700 unit kerja," jelasnya.

Untuk mengumpulkan dana masyarakat, sambung Sofyan akan didukung oleh 7.000 kantor BRI di daerah hingga perkotaan. Sofyan juga menyatakan akan terus menambah kantor tidak hanya di desa dan daerah tetapi bersaing di kota-kota seperti bank-bank lain.

Belum akan Naikkan Bunga

Terkait kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,75%, Sofyan menegaskan BRI tidak akan serta merta meresponsnya dengan kenaikan suku bunga kredit. BRI baru ancang-ancang menaikkan bunga jika BI Rate naik hingga 50 basis poin.

"Kenaikan BI Rate jika diatas 50 bps atau 0,5% baru akan mendorong kenarikan suku bunga pinjaman. Kenaikan BI Rate kemarin di 25 bps maka BRI belum akan menaikkan suku bunga pinjaman," ujar Sofyan.

Menurutnya, kenaikan BI Rate menjadi 6,75% hanya akan meningkatkan biaya dana (cost of fund) sebesar 11 bps atau 0,11%. Kemudian, Sofyan mengatakan, kenaikan BI Rate 25 bps juga akan menurunkan marjin bunga bersih atau NIM.

"Kenaikan BI Rate 25 bps akan menurunkan NIM sebesar 0,1% dan meningkatkan biaya dana sebesar 0,11%," tuturnya.

Per September 2010, BRI mencatat tingkat NIM sebesar 5,75%. Lebih jauh Sofyan mengatakan, untuk meminimalisir penurunan NIM, struktur dana akan dijaga dan terus meningkatkan penghimpunan dana murah.

Terkait aturan Bank Indonesia (BI) yang mewajibkan pengumuman suku bunga dasar kredit diluar risiko alias Prime Lending Rate, Sofyan menyatakan kesiapannya. "BRI siap terkait dengan rencana Bank Indonesia mewajibkan bank-bank untuk mengumumkan tingkat suku bunga pinjaman," tegasnya.

(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads