Pemerintah memang menginginkan penerbitan sukuk difokuskan pada investor ritel domestik. Penerbitan kali ini memang merupakan bagian tak terpisahkan usaha pemerintah diversifikasi pembiayaan dalam rangka pembiayaan APBN.
Jika pada seri sebelumnya penyerapan surat utang mencapai Rp 8 triliun, pada seri SR003 kali ini diperkirakan nilainya akan lebih baik lagi. Alasannya permintaan masih tetap tinggi dari masyarakat, ditengah tingkat ekonomi Indonesia yang masih terjaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trimegah sendiri, lanjut Omar, menargetkan angka penjualan Rp 400 miliar. Target ini sejalan dengan penawaran tingkat bunga yang dipandang lebih baik, ketimbang seri sebelumnya, yakni 8,15%.
"Kita perkirakan permintaan masih tinggi dari nasabah retail dan mudah-mudahan terserap seluruhnya," ucapnya.
Optimis juga disampaikan Agen Penjual lain, PT AAA Securities, yang menargetkan penjualan Sukuk dapat mencapai nilai Rp 200 miliar. "Target awal AAA bersama sub agen kita sebesar Rp 200 miliar. Kita yakin bisa penuhi," tutur Direktur Utama AAA Securities Andri Rukminto.
Andri menyebut, penyerapan Sukri SR003 ini masih baik, karena kondisi pasar sangat likuid. Ini menjadikan optimisme yang tinggi dari para agen penjual.
Sukuk Ritel 2011 memiliki tenor 3 tahun. Surat utang syariah ini akan ditawarkan mulai 7 Februari hingga 18 Februari 2011. Pelaksanaan penjatahan, settlement, dan pencatatan akan dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2011 sampai 24 Februari 2011.
Pemerintah sendiri memberikan kupon atau imbal hasil untuk sukuk ritel atau sukri seri SR003 sebesar 8,15%. Menurut Direktur Utama PT Bahana Securities, Eko Yuliantoro, imbal hasil tersebut diperkirakan diminati pasar karena pemerintah telah melakukan adjusment dengan mengacu pada perkembangan ekomomi Indonesia terkini.
"Menarik, akan menarik. Kondisinya kan berbeda dengan tahun lalu. Ekonominya juga beda. Nilai (8,15%) ini sudah menjadi refleksi yang terjadi saat ini. Kupon sudah di-adjusment," ucap Eko kemarin.
Berikut 20 agen penjual sukuk ritel 2011:
1. PT Bank Mandiri Tbk
2. PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas
3. PT Mega Capital Indonesia
4. PT Bahana Securities
5. PT Bank Internasional Indonesia Tbk
6. PT Bank Syariah Mandiri
7. PT Danareksa Sekuritas
8. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
9. PT Bank CIMB Niaga Tbk
10. PT Trimegah Securities Tbk
11. Hongkong and Shanghai Banking Corporation
12. PT Bank Negara Indonesia Tbk
13. Citibank NA
14. Standard Chartered Bank
15. PT Sucorinvest Central Gani
16. PT Reliance Securities Tbk
17. PT Bank Permata Tbk
18. PT Bank OCBC NISP Tbk
19. PT Ciptadana Securities
20. PT Kresna Graha Sekurindo Tbk
(wep/qom)











































