SUKRI Diyakini Bisa Terjual Hingga Rp 8 Triliun

SUKRI Diyakini Bisa Terjual Hingga Rp 8 Triliun

- detikFinance
Selasa, 08 Feb 2011 08:30 WIB
SUKRI Diyakini Bisa Terjual Hingga Rp 8 Triliun
Jakarta - Penawaran sukuk ritel atau sukri seri SR003 memasuki hari kedua dan akan digelar hingga 18 Januari 2011 mendatang. Agen penjual surat utang syariah ini yakin bahwa seluruhnya dapat terserap pasar dan mencapai nilai lebih dari Rp 8 triliun.

Pemerintah memang menginginkan penerbitan sukuk difokuskan pada investor ritel domestik. Penerbitan kali ini memang merupakan bagian tak terpisahkan usaha pemerintah diversifikasi pembiayaan dalam rangka pembiayaan APBN.

Jika pada seri sebelumnya penyerapan surat utang mencapai Rp 8 triliun, pada seri SR003 kali ini diperkirakan nilainya akan lebih baik lagi. Alasannya permintaan masih tetap tinggi dari masyarakat, ditengah tingkat ekonomi Indonesia yang masih terjaga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Insya Allah bisa lebih dari Rp 8 T (triliun). Tetapi harus waspada dampak inflasi juga secara keseluruhan," jelas Direktur Utama PT Trimegah Securities, Omar S Anwar sebagai salah satu agen penjual Sukuk Ritel SR003 kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (8/2/2011).

Trimegah sendiri, lanjut Omar, menargetkan angka penjualan Rp 400 miliar. Target ini sejalan dengan penawaran tingkat bunga yang dipandang lebih baik, ketimbang seri sebelumnya, yakni 8,15%.

"Kita perkirakan permintaan masih tinggi dari nasabah retail dan mudah-mudahan terserap seluruhnya," ucapnya.

Optimis juga disampaikan Agen Penjual lain, PT AAA Securities, yang menargetkan penjualan Sukuk dapat mencapai nilai Rp 200 miliar. "Target awal AAA bersama sub agen kita sebesar Rp 200 miliar. Kita yakin bisa penuhi," tutur Direktur Utama AAA Securities Andri Rukminto.

Andri menyebut, penyerapan Sukri SR003 ini masih baik, karena kondisi pasar sangat likuid. Ini menjadikan optimisme yang tinggi dari para agen penjual.

Sukuk Ritel 2011 memiliki tenor 3 tahun. Surat utang syariah ini  akan ditawarkan mulai 7 Februari hingga 18 Februari 2011. Pelaksanaan penjatahan, settlement, dan pencatatan akan dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2011 sampai 24 Februari 2011.

Pemerintah sendiri memberikan kupon atau imbal hasil untuk sukuk ritel atau sukri seri SR003 sebesar 8,15%. Menurut Direktur Utama PT Bahana Securities, Eko Yuliantoro, imbal hasil tersebut diperkirakan diminati pasar karena pemerintah telah melakukan adjusment dengan mengacu pada perkembangan ekomomi Indonesia terkini.

"Menarik, akan menarik. Kondisinya kan berbeda dengan tahun lalu. Ekonominya juga beda. Nilai (8,15%) ini sudah menjadi refleksi yang terjadi saat ini. Kupon sudah di-adjusment," ucap Eko kemarin.


Berikut 20 agen penjual sukuk ritel 2011:

   1. PT Bank Mandiri Tbk
   2. PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas
   3. PT Mega Capital Indonesia
   4. PT Bahana Securities
   5. PT Bank Internasional Indonesia Tbk
   6. PT Bank Syariah Mandiri
   7. PT Danareksa Sekuritas
   8. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
   9. PT Bank CIMB Niaga Tbk
  10. PT Trimegah Securities Tbk
  11. Hongkong and Shanghai Banking Corporation
  12. PT Bank Negara Indonesia Tbk
  13. Citibank NA
  14. Standard Chartered Bank
  15. PT Sucorinvest Central Gani
  16. PT Reliance Securities Tbk
  17. PT Bank Permata Tbk
  18. PT Bank OCBC NISP Tbk
  19. PT Ciptadana Securities
  20. PT Kresna Graha Sekurindo Tbk

(wep/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads