Mantan Deputi Gubernur Senior BI Miranda S. Goeltom mengatakan, kenaikan BI Rate yang dilakukan BI memberikan sinyal penting kepada perekonomian dalam negeri.
"Anda lihat begitu BI Rate dinaikkan itu membuat masyarakat bukan hanya di Indonesia tapi di dunia yakin bahwa Indonesia is in good. Pasar modal kan rebound lagi, betul nggak? Jadi kita harus melihat dari skala yang besar. Selalu pembangunan itu ada biayanya, ada cost-nya," ujar Miranda usai pembukaan seminar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia soal kelautan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (8/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, sejak Januari 2011 lalu inflasi memang sudah diperkirakan bakal melonjak tinggi, namun BI belum mau menaikkan BI Rate.
"Sekarang begitu dilihat bahwa ada komitmen masyarakat ekonomi percaya lagi, masyarakat keuangan percaya lagi. Saya kok yakin, Indonesia sudah menjalankan langkah yang paling benar," kata Miranda.
Jadi meskipun sulit, Miranda percaya keputusan kenaikan BI Rate menjadi 6,75% sudah benar.
"Dari waktu ke waktu harus ada keputusan yang sulit, itu adalah bagian kehidupan pejabat publik. Tak pernah kita ambil keputusan selalu mudah dan selalu berisiko, tak mungkin juga," tukas Miranda.
Seperti diketahui, pada 4 Februari 2011 lalu, BI memutuskan kenaikan BI Rate 25 basis poin menjadi 6,75%. Inilah kenaikan BI Rate pertama setelah 18 bulan berturut-turut ditahan.
(dnl/qom)











































