BI Diminta Efektifkan Pengawasan Transaksi Valas

BI Diminta Efektifkan Pengawasan Transaksi Valas

- detikFinance
Kamis, 13 Mei 2004 21:50 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) diminta meningkatkan efektivitasnya dalam mengawasi berbagai transaksi keuangan, terutama transaksi valuta asing (valas). Pasalnya, selama ini BI dinilai terlambat dalam mengantisipasi pelemahan rupiah."Tugas BI adalah menjaga stabilitas moneter, termasuk menjaga nilai tukar rupiah. Jadi yang namanya spekulasi jelas harus dilarang," kata anggota Komisi IX DPR RI, MS Ka'ban, usai rapat tertutup dengan BNI dan BRI di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/5/2004).Dijelaskan Ka'ban, sejauh ini langkah BI yang menegur 4 bank yang diduga ikut memicu pelemahan rupiah sebagai langkah yang tepat. "Langkah itu sudah tepat. Persoalannya sampai dimana mekanisme pengawasan itu betul-betul efektif agar bank-bank tidak melakukan spekulasi," ujarnya.Dalam pandangan Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut, sejauh ini bank sentral masih sering terlambat dalam mengantisipasi pelemahan rupiah. "Menurut saya waktu dua hari sangat terlambat karena dalam waktu beberapa hari saja sudah jutaan dolar uang negara dibawa ke luar negeri. Harusnya BI segera antisipasi jika ada sesuatu yang tidak beres," pintanya."Jadi kenapa baru sekarang BI ingin tunjukkan taringnya. Menurut saya, BI harus tegas dalam menerapkan penegakan hukum atau law enforcement. Jangan beri angin bank-bank asing itu," ungkapnya lebih lanjut.Di tempat yang sama, Direktur BNI Ignatius Supomo menegaskan bank yang dikelolanya tidak ikut-ikutan dalam spekulasi valas. "Ya jelas kita tidak ikut-ikutan main menjadi spekulan. Kita hanya memenuhi kebutuhan dolar AS dari nasabah saja," terangnya.Kemarin, Rabu (12/5/2004), Gubernur BI Burhanuddin Abdullah menegaskan pihaknya akan memberikan teguran kepada 4 bank yang diduga ikut menyebabkan pelemahan rupiah. Bahkan BI akan memanggil manajemennya jika teguran itu tidak digubris. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads