BI Yakin 3 Bulan Lagi Rupiah Bisa Kembali ke Rp 8.700/US$

BI Yakin 3 Bulan Lagi Rupiah Bisa Kembali ke Rp 8.700/US$

- detikFinance
Jumat, 14 Mei 2004 14:03 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) yakin tiga bulan ke depan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan kembali menguat ke posisi Rp 8.700/dolar AS. Alasannya, pelemahannya rupiah saat ini semata-mata karena kondisi regional mengingat kondisi makro ekonomi Indonesia cukup bagus.Hal itu disampaikan Deputi Gubernur BI Aslim Tadjudin saat dicegat usai sholat Jumat di mesjid BI, Jl. Budi Kemuliaan, Jakarta, Jumat, (14/5/2004).Sementara faktor pemilu presiden, menurutnya, jika nanti berjalan lancar dan aman justru akan memberikan sentimen positif terhadap rupiah. Ia kemudian mencontohkan kondisi politik di Korea Selatan, di mana pembatalan impeacment terhadap pemimpin negara tersebut justru memberikan dampak positif terhadap nilai tukar won.Aslim lalu menjelaskan, penguatan dolar AS saat ini terkait dengan keluarnya data produsen price index pada April yang menunjukkan kenaikan."Ini memperkuat lagi perkiraan orang bahwa the Fed akan menaikkan suku bunganya dengan cepat, sehingga membuat orang kemudian mengalihkan portofolionya dari non dolar AS ke dolar AS," papar dia.Aslim menilai reaksi pasar terlalu berlebihan terhadap perekonomian AS saat ini, sehingga pelemahan mata uang regional sangat tajam. Misalnya, yen Jepang yang menyentuh 114,8/dolar AS, begitu pula dengan baht Thailand dan dolar Singapura. "Kita jangan terlalu over reactive dan khawatir terlalu dalam," tegasnya.Melemahnya rupiah saat ini, lanjut dia, tidak terkait dengan penjarangan lelang SBI yang sejak April lalu hanya dilakukan dua minggu sekali."Penjarangan SBI itu kan tujuannya untuk menghindari terjadinya volatilitas suku bunga yang dulu terjadi setiap minggu," katanya.Penjarangan lelang SBI, kata dia, juga tidak terkait dengan kelebihan likuiditas bank-bank saat ini. Pasalnya, meski lelang SBI jarang dilakukan bank tetap bisa menempatkan dananya di FASBI yang bunga masih mencapai 7 persen, sementara SBI 7,24 persen. (mi/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads