Pengusaha Tuding Perbankan Terlalu Banyak Ambil Untung

Pengusaha Tuding Perbankan Terlalu Banyak Ambil Untung

- detikFinance
Sabtu, 12 Feb 2011 16:52 WIB
Jakarta - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa menyatakan perbankan nasional masih saja mengambil untung besar. Hal ini dapat tercermin dari masih tingginya suku bunga kredit perbankan.

Menurut Erwin padahal jika ada kemauan, suku bunga perbankan bisa diturunkan dengan menekan efisiensi operasional termasuk cost of fund perbankan. Masalah ini sangat tergantung juga dari peranan pemegang saham atau pemilik dari masing-masing bank.

"Perbankan kita untungnya terlalu banyak, saya juga tahu, saya juga punya bank, sebagai owner (pemilik) menghendaki hal itu," kata Erwin di Aula Direktorat Metrologi, Bandung, Sabtu (12/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erwin juga mengatakan masalah mengambil keuntungan adalah masalah bisnis, sehingga sulit dipatok. Salah satu jalan keluarnya adalah peranan pemilik saham yang tak perlu mematok keuntungan besar terhadap bank yang ia miliki.

Dikatakan Erwin, hal ini sudah mulai dipelopori oleh bank-bank BUMN yang sudah mendapat arahan dari Menteri BUMN yang meminta bank-bank BUMN tak menaikkan suku bunga kredit. Selain itu, ia juga meminta peranan Bank Indonesia (BI) mendorong hal serupa.

"Memang kalau kita bicara bisnis sulit, tapi kalau owner-nya bisa mendorong, saya rasa itu (bunga kredit turun) itu bisa," katanya.

Menurutnya suku bunga kredit yang ideal bagi pengusaha adalah satu digit agar bisa berdaya saing. Selama ini suku bunga kredit masih berada direntang 11-12%

"Suku bunga ideal pengusaha kalau bisa serendah mungkin, kalau bisa single digit," katanya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads