Pakai Hitungan Anak SD, DPR Kritik Kenaikan BI Rate

Pakai Hitungan Anak SD, DPR Kritik Kenaikan BI Rate

- detikFinance
Senin, 14 Feb 2011 16:31 WIB
Jakarta - DPR mengkritik langkah BI menaikkan suku bunga acuan, BI Rate 25 basis poin menjadi 6,75% karena dinilai bisa memicu inflasi. Padahal BI sebelumnya menaikkan BI Rate untuk merespons inflasi yang melonjak tinggi.

Adalah anggota Komisi XI DPR-RI Arif Budimanta yang mengkritik kebijakan itu. Anggota DPR dari PDIP itu mempertanyakan alasan BI menaikan BI Rate 25 basis poin menjadi 6,75% pada 4 Februari 2011 lalu. Berdasarkan hitungan sederhana saja, jika BI rate naik maka implikasinya justru pada kenaikan inflasi lagi.

"BI rate naik suku bunga pinjaman otomatis naik, apakah akan melawan pasar? Biaya produksi naik, di tingkat konsumen akan naik. Ya inflasi naik. Ini matematika sederhana saja, anak SD, saya nggak tahu kalau BI lebih canggih," kata Arif dalam raker BI dengan Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/2/2011)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan selama ini usulan DPR terhadap BI selalu tak diperhatikan sehingga terkesan percuma saja. Namun ia mengusulkan agar setiap triwulan dalam rangka anggaran tahunan Bank Indonesia (ATBI), ArifΒ  meminta suatu laporan korelasi kebijakan moneter BI dengan pengendalian inflasi.

"BI selaku Bank Sentral dikaitkan core inflation," katanya.

Ia juga mengkritik soal konsistensi target inflasi tahun 2011 yang menurut versi pemerintah sebesar 5,3%. Sementara BI, menggunakan pola target inflasi 2011 dengan pola 5% plus minus 1%.

Ditempat yang sama Gubernur BI. Darmin Nasution menyatakan optimisnya terhadap inflasi 2011 pada rentang 5% plus minus 1%.

"Melalui bauran kebijakan moneter dan makroprudensial tersebut, serta langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi tingginnya harga komoditi pangan, BI meyakini inflasi dapat dijaga pada sasarannya yakni 5% plus minus 1% untuk 2011," katanya.

BI dalam rapat terakhirnya memang memutuskan kenaikan BI Rate 25 basis poin menjadi 6,75%. Keputusan ini diambil akibat peningkatan inflasi yang dipicu oleh pergerakan harga pangan dunia yang tinggi.

(hen/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads