Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (16/2/2011).
"Iya saya telah menunjuk tiga arranger yaitu JP Morgan, Deutsche Bank, dan UBS," jelas Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita minta mereka (sekuritas asing) untuk persiapkan. Saya sudah setujui (roadshow) tapi lupa, nanti saya cari, kota yang mau didatangi," jelasnya.
Agus mengatakan, pemerintah belum menentukan berapa seri dan tenor global bond yang akan diterbitkan pemerintah tersebut. Soal besarannya juga belum diputuskan sampai saat ini.
Selain itu, Agus mengatakan, tujuan penerbitan global bond ini selain untuk menutup defisit anggaran juga untuk membaca keadaan pasar soal minatnya terhadap Indonesia.
Agus juga berharap peringkat Indonesia akan dinaikkan dalam waktu dekat sehingga ada efisiensi dalam pengelolaan utang. Sebab sekarang biaya bunga utang pemerinta mencapai Rp 100 triliun per tahun. "Sekarang biaya bunga utang itu mencapai Rp 100 triliun per tahun," tukas Agus.
Seperti diketahui di tahun ini APBN mengalami defisit senilai Rp 124,7 triliun atau 1,8% dari PDB. Angka defisit ini naik 0,1% dari rencana awal akibat batalnya kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tahun ini.
Untuk menutupi defisit tersebut, cara-cara yang dilakukan pemerintah antara lain adalah melalui utang seperti penerbitan surat utang baik di dalam maupun luar negeri dalam bentuk global bond.
(dnl/qom)











































