Pengurus Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Mulyanto mengungkapkan selama tahun 2011 BPD seluruh Indonesia mengimplementasikan dua prioritas.
"Prioritas pertama terdiri dari penguatan modal, brand awareness, peningkatan kualitas pelayanan, peningkatan profesionalisme dan kompetensi SDM dan inovasi," ujarnya dalam jumpa pers di Hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta, Kamis (17/02/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu BPD yang sudah menawarkan saham ke publik yaitu Bank Jabar Banten dan yang lainnya masih dalam proses pematangan konsep seperti Bank Jatim," jelasnya.
Penguatan modal, lanjut Mulyanto juga seiring dengan fokus dan kewajiban dari Bank Indonesia (BI) yang mendorong Rasio Kecukupan Modal (CAR) BPD harus mencapai 15%. Oleh karena itu, Mulyanto mengatakan sinergi dengan pemilik bank daerah sudah perlu dilakukan.
"Kita tahu semua bahwa BI akan merevisi terkait CAR yang 8% dan ditetapkan menjadi 15% bagi BPD. Oleh karena itu modal jadi bumper pertahanan bagi BPD untuk menghadapi persoalan tersebut," tuturnya.
Di tempat yang sama, Ketua V Bidang Syariah Asbanda Suryadi Asmi menjelaskan khusus untuk prioritas II terbagi menjadi optimalisasi strategic pertnership, peningkatan pendanaan yang bersumber dari masyarakat, peningkatan portofolio kredit produktif dan konsolidasi Teknologi Informatika atau IT.
"Komitmen tersebut merupakan bukti kesungguhan BPD seluruh Indonesia untuk memperbesar kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam lima tahun terakhir BPD tumbuh rata-rata 28,04% ini akan terus dipertahankan," ungkap Suryadi.
Lebih jauh Suryadi menambahkan, BPD Regional Champion akan menjadi pegangan bagi BPD sampai tahun 2014. Tahun ini, sambungnya, diharapkan sudah ada BPD yang sudah menjadi bank terkemuka di daerahnya.
(dru/dnl)











































