Demikian disampaikan Presiden Direktur BNGA, Arwin RasyidΒ dalam paparan publik di kantornya, Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (17/2/2011).
Menurut Direktur BNGA Wan Razly, perseroan mencatat pertumbuhan kredit Rp 21,5 trilun sepanjang tahun 2010, menjadi Rp 104,89 triliun. Peningkatan kredit diimbangi oleh rasio Non Performing Loan (NPL) yang turun dari 3,06% menjadi 2,53% (bank only) akibat terjaganya kualitas kredit perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang tahun lalu, rasio Return on Asset (ROA) mencapai level 2,75%, naik 65 bps dari sebelumnya, 2,1%. Dengan Return on Equity (ROE) yang naik dari 15,34% menjadi 20,53%.
Rasio kecukupan modal perseroan turun tipis 35 bps menjadi 13,24% dari sebelumnya, 13,59%, seiring dengan peningkatan kredit 26% year on year dan penerapan Bassel II dengan memperhitungkan risiko operasional di 2010.
Sepanjang tahun lalu, BNGA mencetak laba bersih Rp 2,548 triliun sepanjang 2010 lalu. Laba ini meningkat 62,5% dibandingkan pencapaian di 2009 yang sebesar Rp 1,568 triliun.
Β
Pendapatan bunga bersih perseroan juga naik menjadi Rp 7,253 triliun di 2010, dari pencapaian di 2009 yang sebesar Rp 6,29 triliun.
(wep/qom)











































