"Transaksi itu merupakan rangkaian penjualan 51% saham APNI yang dimiliki perseroan," kata Wakil Direktur Utama Bank Permata Herwidayatmo dalam keterbukaan informasi di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/2/2011).
Dengan sisa penjualan 20% saham itu, perseroan sudah tidak memiliki saham di APNI. Maka dari itu, perseroan berharap bisa lebih fokus di kegiatan usaha utamanya, yaitu bidang perbankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil penjualan 20% saham di APNI memberikan keuntungan pada tahun berjalan sebesar Rp 2,5 miliar," ujarnya.
Perseroan kehilangan potensi pendapatan yang berasal dari dividen dan management fee setiap tahunnya sekitar Rp 1,8 miliar atau 0,19% darin laba bersih perseroan tahun 2010.
Selanjutnya, hasil penjualan saham perseroan di APNI ini dapat disalurkan dalam pemberian kredit sehingga kerugian ini menjadi tidak signifikan.
(ang/dnl)










































