Demikian diungkapkan oleh Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad ketika ditemui di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (18/2/2011).
"Saya katakan optimisme cukup dan itu sudah clear, semua bank RBB telah masuk dan kredit itu tumbuh di atas 24% dan DPK tumbuh di atas 15%. Angka ini tidak terlalu jauh dari realisasi kredit 2010 yang sebesar 22,8%," jelas Muliaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan proyeksi kenaikan kredit di 2011 yang sebesar 24% maka rasio kredit terhadap pendanaan (LDR) perbankan dapat tembus mencapai 80%.
Dikatakan Muliaman, pihaknya juga telah melakukan kajian terhadap rencana bisnis bank tersebut. Artinya target pertumbuhan kredit perbankan harus didukung dengan daya yang memadai.
Menurut Muliaman perbankan memang penting menyeimbangkan tugasnya dalam mendorong perekonomian tapi harus dalam koridor tingkat kemanan permodalan yang tinggi.
โJangan sampai bank ini nafsu besar, kurang tenaga besar. Pentingnya balancing bank perlu mendorong ekonomi tapi diyakinkan bank secara mikro masih dalam koridor tingkat keamanan tinggi. Angka-angka ini (pertumbuhan) harus di-back up dukungan kondisi keuangan modal,โ tutur Muliaman.
Selama 2010, BI mengungkapkan kredit perbankan sampai dengan akhir 2010 mencapai Rp 1.742,85 triliun. Selama Januari 2010 hingga Desember 2010 (year to date) kredit perbankan meningkat sebesar Rp 312,65 triliun atau tumbuh 22,86%.
(dru/dnl)










































