Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama Bank Mega JB.Kendarto dalam jumpa pers di Gedung Bank Mega, Jalan Tendean, Jakarta, Rabu (23/2/2011).
"Kita tidak menutup diri untuk membuka kemungkinan pertumbuhan bisnis non organik yakni akusisi. Namun tentunya bukan bank yang murah tetapi harus baik dari segi sizenya kalau yang Rp 1-2 triliun untuk apa," ujar Kendarto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Per cabangnya itukan Rp 200 miliar rata-rata nah untuk itu dibutuhkan dana hingga Rp 15 triliun. Jadi untuk mengembangkan bisnis dengan akusisi bank berarti yang asetnya harus lebih di atas Rp 15 triiliun agar bisnis kita berkembang dengan baik," ungkapnya.
Lebih jauh Kendarto mengatakan untuk saat ini Bank Mega telah mempunyai 325 kantor cabang dengan penambahan sebanyak 75 kantor cabang maka diharapkan di akhir 2011 bisa mencapai 400 kantor cabang.
Dari segi permodalan, Kendarto mengatakan saat ini rasio kecukupan modal (CAR) Bank Mega masih cukup tinggi yakni di posisi 15%. Menurutnya, dengan posisi CAR di 15% maka masih bisa mendukung pertumbuhan kredit yang ditargetkan mencapai 25%.
"Namun untuk akusisi ya saya kira diperlukan penambahan modal misalnya melalui subdebt atau rights issue. Karena untuk mengembangkan kredit hingga 25% itu CAR akan tergerus hingga menjadi 13%," ungkapnya.
(dru/dnl)











































