Chairul Tanjung Siap Bawa Bank Mega Punya Aset Rp 1.000 Triliun

Chairul Tanjung Siap Bawa Bank Mega Punya Aset Rp 1.000 Triliun

- detikFinance
Kamis, 24 Feb 2011 08:02 WIB
Chairul Tanjung Siap Bawa Bank Mega Punya Aset Rp 1.000 Triliun
Jakarta - Pemilik Para Group Chairul Tanjung bercita-cita untuk terus membesarkan salah satu perusahaannya yakni PT Bank Mega Tbk (Bank Mega). Chairul optimistis aset Bank Mega dapat tembus Rp 1.000 triliun di tahun 2019.

Demikian diungkapkan Chairul Tanjung ketika ditemui usai acara Bank Mega Costumer Gathering dan Perbincangan Outlook Ekonomi 2011 di Menara Bank Mega, Jakarta, Rabu (23/2/2011) malam.

"Sambil terus berjalan saya bisa membawa Bank Mega asetnya menjadi Rp 1.000 triliun di 2019. Hal itu dilakukan murni secara pertumbuhan internal," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Chairul, opsi untuk melakukan akusisi juga sangat terbuka karena pertumbuhan non organik dapat meningkatkan aset Bank Mega lebih cepat. "Tetapi mesti dilihat dahulu jika bank yang mau dibeli itu bagus dan harga jualnya baik," tuturnya.

Chairul juga mengungkapkan setelah selama 2 tahun Bank Mega tidak membagikan dividen, maka pada tahun 2011 ini perseroan akan merencanakan untuk membagi dividen kepada pemegang saham.

"Tahun ini kita bagi dividen dengan jumlah yang signifikan. Tetapi nanti besarannya akan diumumkan setelah RUPS. Jadi dividen 2010 kemarin akan dibagikan di 2011," ungkapnya.

Bank Mega Siapkan Rp 3 Triliun

Untuk menopang pertumbuhan kredit Bank Mega, Chairul mengatakan pihaknya telah menyiapkan plafon khusus untuk kredit infrastruktur sebesar Rp 3 triliun. Selama 2010, Chairul mengungkapkan Bank Mega telah menggelontorkan dana hingga Rp 5 triliun untuk proyek infrastruktur yang dijamin pemerintah.

"Infrastruktur perlu dikembangkan oleh karena itu Bank Mega tetap konsisten untuk memberikan pembiayaan bagi sektor tersebut. Di 2011 kita masih ada dana Rp 3 triliun untuk proyek infrastruktur," tuturnya.

Dikatakan Chairul, proyek yang akan dibiayai yakni pembangunan Jalan Tol dan Pembangkit Listrik. (dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads