Demikian diungkapkan Chairul Tanjung ketika ditemui usai acara Bank Mega Costumer Gathering dan Perbincangan Outlook Ekonomi 2011 di Menara Bank Mega, Jakarta, Rabu (23/2/2011) malam.
"Sambil terus berjalan saya bisa membawa Bank Mega asetnya menjadi Rp 1.000 triliun di 2019. Hal itu dilakukan murni secara pertumbuhan internal," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chairul juga mengungkapkan setelah selama 2 tahun Bank Mega tidak membagikan dividen, maka pada tahun 2011 ini perseroan akan merencanakan untuk membagi dividen kepada pemegang saham.
"Tahun ini kita bagi dividen dengan jumlah yang signifikan. Tetapi nanti besarannya akan diumumkan setelah RUPS. Jadi dividen 2010 kemarin akan dibagikan di 2011," ungkapnya.
Bank Mega Siapkan Rp 3 Triliun
Untuk menopang pertumbuhan kredit Bank Mega, Chairul mengatakan pihaknya telah menyiapkan plafon khusus untuk kredit infrastruktur sebesar Rp 3 triliun. Selama 2010, Chairul mengungkapkan Bank Mega telah menggelontorkan dana hingga Rp 5 triliun untuk proyek infrastruktur yang dijamin pemerintah.
"Infrastruktur perlu dikembangkan oleh karena itu Bank Mega tetap konsisten untuk memberikan pembiayaan bagi sektor tersebut. Di 2011 kita masih ada dana Rp 3 triliun untuk proyek infrastruktur," tuturnya.
Dikatakan Chairul, proyek yang akan dibiayai yakni pembangunan Jalan Tol dan Pembangkit Listrik. (dru/qom)











































