Branchless banking merupakan layanan bagi masyarakat untuk mempermudah akses layanan keuangan. Salah satu layanan branchless banking bisa melalui telepon seluler.
"Diantara 250 juta penduduk Indonesia, diperkirakan hanya 50-60 juta yang memiliki rekening bank. Namun sementara jumlah pelanggan telepon seluler diperkirakan berjumlah antara 96 juta hingga 114 juta pelanggan," ujar Head Of Advisory Services IFC Indonesia, Tom Moyes disela program edukasi nasabah "Branchless Banking" di Denpasar, Bali, Jumat (25/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, Tom mengungkapkan, melalui branchless banking nantinya nasabah dapat mengakses layanan perbankan melalui salah satunya telepon selular. Menurutnya, layanan branchless banking juga membuka akses terhadap jasa keuangan khususnya bank.
"Produk telepon seluler dapat mengurangi biaya untuk memberikan layanan perbankan kepada pelanggan sebesar 50-70%," jelasnya.
IFC juga mengungkapkan, melalui branchless banking akan berpotensi menghasilkan pendapatan langsung sebesar US$ 5 miliar setiap tahunnya.
Berbeda dengan mobile banking, branchless banking tidak harus mewajibkan nasabah pergi ke bank dari proses pembukaan rekening, penarikan dana di rekening hingga menyimpan dana di rekening.
Ditempat yang sama, Direktur Utama Bank Sinar, Ida Bagus Kade Perdana mengungkapkan adanya layanan branchless banking nasabah tidak harus ke bank untuk bertransaksi.
"Nasabah bisa melakukan transaksi selain dari telepon seluler juga di agen-agen yang dikontrak Bank Sinar," ungkapnya.
Axis sendiri dalam hal ini menyediakan teknologi dari pengembangan branchless banking. Per 31 Desember 2010, laba bersih bank Sinar meningkat 22% dari Rp 12,84 miliar di 2009 menjadi Rp 14,69 miliar di 2010. Kredit meningkat 27% dari Rp 470,4 miliar di 2009 menjadi Rp 599 miliar di 2010.
(dru/ang)











































