Executive Vice President (EVP) Coordinator Consumer Finance Bank Mandiri Mansyur S Nasution mengatakan bahwa Bank Mandiri berkomitmen untuk senantiasa berinovasi kreatif untuk meningkatkan layananan melalui program–program kartu kredit yang didesain sesuai dengan tipe dan siklus prilaku nasabah.
”Persaingan pada segmen bisnis ini memang semakin ketat. Namun, kami optimis dengan database nasabah yang dimiliki oleh Bank Mandiri, dukungan teknologi
dan pemahaman komprehensif atas perilaku transaksi nasabah yang kami miliki, pertumbuhan transaksi sebesar 30% akan dapat kami capai pada tahun
ini,” kata Mansyur melalui siaran persnya yang diterima detikFinance, Minggu (27/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumbuhan ini melampaui pertumbuhan pasar kartu kredit di Indonesia yang nilai transaksinya bertumbuh sebesar 19,5%. Sementara untuk Kredit Yang
Diberikan (KYD) atau Outstanding Loan, Mandiri Kartu Kredit membukukan pertumbuhan sebesar 21,3% selama tahun 2010 sedangkan pasar mengalami pertumbuhan yang negatif sebesar -5,3%.
Pada tahun ini, Bank Mandiri berencana mengembangkan produk dan fitur kartu kredit untuk menangkap peluang pada segmen tertentu dengan lebih agresif
dengan tetap menjaga asas prudent banking.
”Tahun ini kami akan menyempurnakan loyalty program yang lebih menarik sehingga masyarakat tertarik untuk memiliki kartu kredit Mandiri, mengubah
pola pembayaran dari tunai menjadi menggunakan kartu kredit Mandiri dan akan tetap loyal dalam menggunakan kartunya serta mjenjadikan mandiri kartu
kredit sebagai kartu utamanya untuk aktivitas sehari hari,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Bank Mandiri mengucurkan kredit konsumsi sebesar Rp 30.7 triliun pada sepanjang 2010 atau tumbuh 30.1% dari Rp 23.6 triliun pada akhir
2009. Selain pertumbuhan bisnis yang berada diatas rata-rata pasar, Bank Mandiri tetap berhasil menjaga kualitas kredit dengan baik dengan kredit macet atau NPL 2,67%.
(hen/hen)











































