Ekpansi kredit ini akan difokuskan kepada sektor unggulan dan prospektif seperti industri pengolahan, perdagangan, pertanian dan kehutanan, transportasi, pergudangan, komunikasi, perantara keuangan, pertambangan, konstruksi, listrik, gas dan air.
Berdasarkan bahan menteri BUMN yang diperoleh detikFinance, mengenai Peranan BUMN dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Nasional (MP3EN), total rencana ekspansi kredit empat bank BUMN yaitu Mandiri, BRI, BNI dan BTN tahun 2011 mencapai Rp 798,97 triliun sementara tahun 2010 hanya Rp 649,88 triliun atau naik 23%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana kredit bagi bank-bank BUMN untuk sektor pertanian dan kehutanan mencapai Rp 70,43 triliun, sektor perikanan Rp 1,5 triliun, pertambangan dan penggalian Rp 18,08 triliun, industri pengolahan Rp 128,06 triliun, listrik-gas-air Rp 20,711 triliun, konstruksi Rp 34,98 triliun, perdagangan besar dan eceran Rp 179,46 triliun, penyediaan akomodasi dan makan minum Rp 4,3 triliun.
Sektor transportasi, pergudagangan dan komunikasi Rp 37,128 triliun, sektor perantara keuangan Rp 17,5 triliun, sektor real estate, usaha sewa, dan jasa perusahaan Rp 27,75 triliun, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial Rp 555,35 miliar.
Sektor jasa pendidikan Rp 375,04 miliar, jasa kesehatan dan kegiatan sosial Rp 2,17 triliun, jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan Rp 10,12 triliun, jasa perorangan yang melayani rumah tangga Rp 37,45 miliar, badan internasional dan badan ekstra internasional Rp 18,28 triliun dan kegiatan yang belum jelas batasannya Rp 227,98 triliun.
Sementara jika dilihat dari jenis penggunaanya, ekspansi kredit bank-bank BUMN meliputi untuk kredit modal kerja Rp 319,92 triliun, kredit investasi Rp 177,043 triliun, kredit konsumsi Rp 224,941 triliun. Untuk penggunaan kredit berbasis valuta asing yaitu kredit modal kerja Rp 42,49 triliun, kredit investasi Rp 34,57 triliun.
(hen/hen)











































