Demikian diungkapkan Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga ketika ditemui disela acara Indikator Bisnis 2011 di Ritz Carlton Pacific Place, Kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (1/3/2011).
"Jadinya kita tidak harus akusisi bank, untuk memberikan nilai tambah dan pengembangan bisnis Jamsostek kita cukup bekerjasama saja," jelas Hotbonar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nantinya dengan kerjasama tersebut akan memberikan benefit bagi para pemegang premi berupa pembiayaan KPR dan perumahan disamping untuk melakukan kerjasama cash management," kata Dia.
Sebelumnya beredar kabar, Jamsostek dikabarkan membeli sebagian saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Pembelian saham itu akan dilakukan melalui mekanisme non-preemptive rights issue sebesar 10%.
"Rencana ini menyusul tidak diperbolehkannya Jamsostek mencaplok Bank Bukopin (BBKP) oleh Kementerian BUMN," kata salah satu pelaku pasar, Senin (28/2/2011).
Hal tersebut dibantah oleh Hotbonar. Menurutnya Jamsostek saat ini tidak tertarik untuk membeli saham atau mengakusisi bank. "Itu (membeli saham BBTN) tidak benar. Kita tidak tertarik untuk itu," tegasnya.
(dru/qom)











































