Wakil Direktur Utama BTN Evi Firmansyah mengungkapkan pihaknya siap membuka seluruh suku bunga dasar kredit terutama untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).
"Saya kira tidak ada masalah, karena apapun aturannya BTN akan mengikutinya," ujar Evi ketika ditemui di sela acara Indikator Bisnis 2011 di Ritz Carlton, Pacific Place, Kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (1/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk yang memiliki marjin besar itu yang perlu diperhatikan, nanti terlihat siapa yang memberikan bunga tinggi," jelasnya.
Dikatakan Evi, suku bunga KPR BTN saat ini paling rendah berada di kisaran 8,15%-9,9% untuk FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dan untuk kredit lainnya antara 10,5%-11%.
Di tempat yang sama, Wakil Direktur Utama Bank Permata Herwidayatmo justru secara tegas menyetujui aturan BI tersebut. "Kita siap buka-bukaan nanti tunggu saja. Setidaknya seluruh SBDK yang diwajibkan akan kami umumkan," tegasnya.
Sementara itu, Direktur Kredit PT Bank Mega Tbk Daniel Budirahaju mengatakan, tidak ada masalah dalam penerapan kebijakan tersebut.
"Kami sudah siap, mulai Rabu ini kami akan pampang di counter seperti halnya bunga deposito selama ini. Saya pikir tidak ada masalah karena selama ini juga kami selalu laporkan bunga secara berkala ke BI," kata Daniel.
Dihubungi secara terpisah, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga mengaku sedang menyiapkan diri. Corporate Secretary BCA Raymond Yonarto menyebutkan, pihaknya pada dasarnya mendukung semua peraturan BI. "Kita dukung semuanya. Saat ini kita sedang siapkan," jelasnya.
Seperti diketahui, BI mewajibkan bank untuk mengumumkan suku bunga dasar kredit yang belum termasuk premi risiko.
Hal ini dilakukan untuk melihat efisiensi perbankan dan mendorong transparansi industri perbankan. Aturan ini mulai diberlakukan per 31 Maret 2011.
(dru/dnl)











































