Djatun: Meski Rupiah Terus Melemah, RI Tak Perlu Khawatir
Selasa, 25 Mei 2004 12:19 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjara-jakti menyatakan, terus melemahnya Rupiah hingga level Rp 9200 per dolar AS hingga tidak perlu dikhawatirkan karena merupakan dampak dari meningkatnya harga minyak dunia dan bukan faktor domestik."Ya tidak kuatir, karena saya katakan tadi, di seluruh dunia juga sedang menghadapi masalah yang sama," kata Dorodjatun usai menjadi pembicara kunci dalam seminar APRINDO di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (25/5/2004).Dorodjatun menjelaskan, faktor utama yang memicu melemahnya sejumlah mata uang dunia terhadap dolar AS disebabkan oleh melonjaknya harga minyak mentah yang menembus US$ 41,7 per barel. Hal itulah yang menyebabkan kebanyakan orang khawatir atas inflasi di seluruh dunia. "Biasanya ada tindakan untuk mengerem inflasi itu dengan meningkatkan tingkat suku bunga. Sekarang orang sedang menunggu suku bunga di AS. Melihat perkembangan itu, ini bukan faktor domesti. Jadi kenapa anda hanya melihat Indonesia saja," tegas Dorodjatun. Ketika ditegaskan apakah Indonesia harus mengikuti kebijakan perekonomian global tersebut, Dorodajtun mengatakan tidak perlu diikuti. Yang jelas, tambah Dorodjatun, Indonesia akan tergantung pada cadangan devisa yang dimiliki serta kemampuan pemerintah untuk tetap disiplin dalam menerapkan APBN. "Kita dari sisi fiskal akan berusaha supaya APBN 2004 ditepati betul," tegasnya.Saat ditanya apakah pemerintah akan mendesak BI untuk melakukan intervensi agar Rupiah stabil, Dorodjatun menegaskan, pemerintah tidak punya kewenangan itu. "Saya tidak bisa, BI itu kan ada pagar undang-undangnya. Saya bisa dihukum Rp 2 miliar dan 5 tahun penjara," demikian Dorodjatun.
(qom/)











































