Demikian disampaikan oleh Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Wimboh Santoso ketika ditemui wartawan di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis malam (3/3/2011).
"Jika dilihat dari pertumbuhan kredit tersebut, january effect yang biasa terjadi di awal tahun sudah mulai hilang. Sehingga kredit perbankan sudah mulai tumbuh," ungkap Wimboh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh Wimboh mengatakan sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) Industri perbankan menargetkan pertumbuhan kredit di atas 24% dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga 15% di tahun kelinci ini.
"Angka pertumbuhan kredit yang diproyeksikan perbankan tersebut sudah cukup sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran 6,5%," kata Wimboh.
Modal Perbankan Turun 2% di 2011
Bank sentral mempunyai proyeksi Rasio Kecukupan Modal (CAR) dan pertumbuhan kredit hingga 2015. Ketika bank tumbuh secara organik dengan asumsi pertumbuhan kredit 5 tahun kedepan hingga 2015 sebesar 20% maka CAR perbankan anjlok hingga menjadi 10%.
"Saat ini CAR perbankan berada dikisaran 17% secara agregat. Ketika kredit tumbuh rata-rata konsisten di 20% tanpa modal yang ditambah maka CAR bisa anjlok hingga 10%," ungkapnya.
Di 2011 sendiri, Wimboh mengatakan, ketika kredit tumbuh hingga 20% saja maka CAR perbankan akan berada pada posisi 15%. "Sama seperti asumsi tadi dengan mengandalkan modal baru sebesar 10% di 2010 atau modal minimum di Rp 100 miliar maka CAR perbankan akan berada di 15% di akhir 2011 ini," jelasnya.
Oleh karena itu, Wimboh menekankan bank sentral terus menghimbau agar bank-bank melakukan konsolidasi untuk menghadapi permodalan kedepan. Karena menurutnya, modal bank baik secara nominal dan dalam hitungan CAR akan ditingkatkan.
"Kedepan itu tantangan bank terkait permodalan, sehingga bank-bank ini yang jumlahnya cukup banyak sebaiknya melakukan konsolidasi seperti merger," terangnya.
(dru/qom)











































