Konversi Aset Dolar AS Diupayakan Tak Ganggu Uang Beredar

Konversi Aset Dolar AS Diupayakan Tak Ganggu Uang Beredar

- detikFinance
Rabu, 26 Mei 2004 11:51 WIB
Jakarta - Pemerintah akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia terkait rencana penukaran aset dalam dolar AS ke Rupiah. Ini untuk mencegah perubahan jumlah uang beredar. "Kita perlu bicarakan dengan BI bagaimana caranya, apa bisa langsung ke pasar jualnya, karena kalau langsung ke pasar berarti kan intervensi dan mengubah uang beredar. Itu kewenangan BI," ujar Dirjen Anggaran Depkeu Achmad Rochjadi sebelum mengikuti raker dengan Komisi IX DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/5/2004)Mengenai aset apa saja yang akan dikonversi, Achmad menjelaskan saat ini pemerintah menginventarisir daftar aset-aset apa saja yang berbentuk dolar AS. "Baru kita inventarisir seberapa besar kekuatan kita. Uangnya kan tidak banyak," tegas Achmad.Sementara Menkeu Boediono menjelaskan, aset pemerintah yang akan dikonversikan adalah aset dari hasil penerimaan berbentuk dolar AS setelah dikurangi dengan pengeluaran-pengeluaran. "APBN itu kan penerimaannya campur, ada yang bentuk dolar ada yang Rupiah, pengeluarannya juga demikian. Nah, ini kita ingin inventarisir apakah ada keseimbangan antara komposisi dolar dan Rupiah," kata Menkeu.Menkeu sendiri mengaku tidak tahu apakah dengan konversi ini akan langsung membuat Rupiah menguat. "Ini kita melihat dari sisi APBN. Kalau pasar saya serahkan ke pasar. Saya kira BI sudah memantau dengan baik," tandasnya.Yang jelas, lanjut Menkeu, konversi aset dalam dolar AS ke Rupiah saat ini sangat menguntungkan APBN mengingat dalam APBN nilai tukar Rupiah dipatok Rp 8.600 per dolar AS, sementara saat ini Rupiah berada di level Rp 9.200 per dolar AS. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads